Kecelakaan Lalu Lintas Operasi Ketupat Intan 2019 Lebih Banyak Dibanding Tahun 2018

KAPOLDA Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani mengungkapkan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2019 (29 Mei-10 Juni/2019) yang melibatkan 725 personel, angka kecelakaan lalulintas di Kalsel meningkat dibanding 2018 lalu.

KECELAKAAN lalulintas pada 2018 sebanyak 13 kasus, sedangkan pada 2019 sebanyak 29 kasus atau mengalami peningkatan sebesar 12 persen. Rinciannya, korban meninggal 14 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 40 orang, dengan kerugian material sebesar Rp 136.500.000. “Kejadian kecelakaan lalulintas tertinggi pada H-1 Idul Fitri 1440 H, dan kejadian terbanyak di wilayah hukum Polres Banjar,” katanya saat memimpin Apel Konsolidasi Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Intan 2019 di Halaman Mapolda Kalsel, Kamis 13/6/2019).

Sementara, untuk pelanggaran lalulintas mengalami penurunan. Pada 2018 sebanyak 1.120 perkara, sedangkan untuk 2019 mengalami penurunan 40 persen, yakni 717 perkara. Untuk teguran mengalami peningkatan, dimana pada 2018 hanya 2.131 perkara, sedangkan pada 2019 sebanyak 2.450 perkara atau naik 15 persen.

BACA : Kecelakaan Lalulintas Didominasi Generasi Millenial

Mantan Kapolda Jambi ini mengatakan, peningkatan angka kecelakaan lalulintas dan peningkatan teguran pelanggaran lalulintas serta penurunan tilang, masih menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras dan sinergitas berbagai pihak. Terutama untuk meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat.

“Kami berupaya terus meningkatkan kualitas berlalulintas, karena kecelakaan lalulintas berawal dari pelanggaran terhadap aturan dan etika berlalulintas,” ujarnya kepada wartawan.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time