ACT

Usai Lebaran, Harga Bawang Putih dan Merah Mulai Tergerek

0 155

USAI Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah yang sudah hampir sepekan, harga bahan bumbu masak seperti bawang merah mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin, Selasa (11/6/2019). Kenaikan harga di tingkat grosir atau pembelian secara partai mencapai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

SEJUMLAH pedagang bawang di Pasar Harum Manis dan Pasar Lima mengakui adanya kenaikan harga pasca lebaran dengan kisaran Rp 5-10 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga bawang merah, bawang putih dan bawang bombay sudah terjadi beberapa hari belakangan pasca lebaran Idul Fitri. Karena harganya naik di tingkat grosir, tentu turut mendongkrak harga di tingkat eceran,” ucap Rahmadi, pedagang sembako dan bumbu masak di Pasar Lima kepada jejakrekam.com, Selasa (11/6/2019).

BACA : Sempat Tembus Rp 60 Ribu, Kini Harga Bawang Putih Berangsur Turun

Ia menduga kenaikan harga ini karena pasokan yang mulai berkurang, akibat libur panjang lebaran, sehingga banyak pertokoan dan agen yang belum buka seperti biasanya. “Semoga dalam sepekan ke depan, pengiriman barang seperti bawang dari Pulau Jawa akan normal, maka harganya pun akan berangsur-angsur turun,” kata Rahmadi.

Kenaikan harga bawang ini juga dikelukan Yasir. Pemilik rumah makan di Jalan Belitung Darat Banjarmasin ini mengakui fenomena kenaikan harga bawang itu biasa terjadi usai libur panjang lebaran. “Dulunya, bawang merah dijual Rp 30 ribu per kilogram, kini naik jadi Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram tergantung kualitas,” tutur Yasir.

BACA JUGA : Harga Bawang di Pasar Harum Manis dan Antasari Merangkak Naik

Begitupula, menurut dia, awalnya bawang putih dibandrol seharga Rp 30 ribu, kini tergerek menjadi Rp 37 ribu per kilogram. Meski harga bahan bumbu masak itu mengalami kenaikan. Yasir mengaku belum berani turut menaikkan harga masakan yang dijual ke konsumen,

“Biar untung sedikit, yang penting tetap laku dan tak mengubah rasa. Karena, kenaikan harga ini biasanya tak berlangsung lama, sehingga kami lebih memilih bertahan dulu,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.