Dirgahayu

Bantuan Logistik Jangkau Wilayah Terisolir Banjir di Tanah Bumbu, Kalsel

BANJIR di Kalimantan Selatan kini semakin meluas. Tak hanya di Kotabaru, tapi juga telah mencapai Kabupaten Tanah Bumbu. Banjir yang terjadi sejak Sabtu (8/6/2019) lalu hingga saat ini belum surut. Akibatnya beberapa kecamatan terendam banjir hingga ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Salah satunya di Kecamatan Kusan Hulu.

SENIN (10/6/2019) malam, Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan (ACT Kalsel) bergerak menuju Kecamatan Kusan Hulu, wilayah yang terisolir akibat banjir. “Kami bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tanah Bumbu bergerak ke Kusan Hulu untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi warga terdampak. Kami juga menurunkan regu penyelamat untuk membantu evakuasi di lokasi banjir,” terang Plt. Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin.

Kusan Hulu sempat terisolir karena jalan utama menuju kecamatan itu terkikis dan tertutup banjir besar. Dari pantauan tim MRI Tanah Bumbu, untuk mencapai Kusan Hulu perlu memutar kendaraan melalui Kecamatan Karang Bintang yang akan memakan waktu lebih lama.

BACA: Curah Hujan Tinggi, Banjir Terjang Kotabaru

Pendistribusian bantuan logistik menyasar Desa Tibaro Panjang, desa terisolir di Kecamatan Kusan Hulu. Jembatan yang menjadi akses utama masuk desa terputus, membuat pengiriman logistik bantuan menggunakan perahu untuk menyeberang ke desa.

Anjar Supangat selaku Ketua MRI Tanah Bumbu mengatakan, tim menemukan masih ada 50 kepala keluarga di Tibaro Panjang. Sedangkan di sana terdapat 65 rumah yang terendam banjir. “Kemungkinan sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman di luar desa,” jelas Anjar.

Sesampainya di Desa Tibaro Panjang, ACT mendistribusikan bahan pangan pokok, air bersih, dan pakaian untuk menunjang kebutuhan warga yang masih Selain itu, ACT juga mengirimkan tim medis untuk memastikan kesehatan warga serta tim evakuasi guna membantu warga menyelamatkan diri jika ada hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA: Korban Banjir Desa Gunung Sari Dapat Bantuan Gubernur

Tak seluruhnya masyarakat Tibaro Panjang mengungsi atau keluar desa, sebagian di antara mereka masih ada yang bertahan di rumahnya. Selamat salah satunya. Ia bertahan di atas dipan tinggi yang ada di depan rumahnya. untuk menjaga harta benda. Sedangkan sebagian warga lainnya mengungsi di dalam desa dengan mendirikan tenda di tepian jalan yang tinggi.

Banjir di Kalimantan Selatan akibat meluapnya beberapa sungai yang mengalir di beberapa kabupaten. Luapan air ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah sejak akhir pekan lalu. Akibatnya, ribuan orang terdampak banjir yang terjadi selepas hari raya Idulfitri ini.(jejakrekam)

Penulis Retno Sulisetyani
Editor Fahriza