ACT

Macet Parah di Kawasan Kayutangi Bikin Pengguna Jalan Kesal

0 321

KEMACETAN lalu lintas terjadi di ruas Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi, Minggu (9/8/2019). Penumpukan volume kendaraan bermotor terjadi di kawasan pembangunan Jembatan Sungai Alalak, depan RSUD Moch Ansari Saleh hingga Bundaran Kayutangi.

ANTREAN panjang hingga dua kilometer pun tak terhindarkan. Mengular dan jalannya pun merayap, karena arus masuk dan keluar usai pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Tembus Perumnas dan Jembatan Sungai Alalak II, yang menjadi akses satu-satunya masuk dan keluar kota dari Handil Bakti ke Banjarmasin.

Penumpukan volume kendaraan bermotor ini diduga karena Senin (10/6/2019), para aparatur sipil negara (ASN dan karyawan akan mulai bekerja, usai menikmati libur panjang lebaran. Kemacetan pun sudah berlangsung sejak pukul 10.00 Wita, hingga sore hari.

BACA : Picu Stress Tinggi, Fenomena Leher Botol Bakal Terjadi di Kayutangi Ujung

Titik macet terparah terjadi di ruas Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi. Para pengendara mobil dan sepeda motor pun seakan berlomba untuk keluar dari jebakan macet yang cukup parah, karena sempitnya badan jalan. Bahkan, ada yang nekat melawan arus, dan menjajaki kawasan trotoar agar bisa keluar dari kemacetan.

“Gara-gara macet parah di Kayutangi ini, kecepatan mobil saya tak bisa dipacu lagi, hanya lima kilometer per jam. Sudah lebih dari dua jam, kami terjebak macet,” ucap Masran, warga Palangka Raya yang memilih liburan ke Banjarmasin kepada jejakrekam.com, Minggu (9/8/2019).

Menurut dia, awalnya hendak pulang ke Palangka Raya memilih ruas Jalan Achmad Yani Km 17, Gambut, menuju ke Jalan Gubernur Syarkawi. Namun, lantaran sang istri meminta masuk ke jalur kota, akhirnya mobil yang dikendarai Masran sekeluarga terjebak dalam penumpukan kendaraan bermotor.

BACA JUGA : Ahli Utama Intakindo Pertanyakan Amdal Lalin Jembatan Sungai Alalak

“Ya, kalau saja tadi lewat Jalan Gubernur Syarkawi, mungkin sudah bisa mulus ke Jalan Trans Kalimantan. Macet ini memang bikin kesal,” kata karyawan swasta, menghela nafas panjang.

Ironisnya, tidak ada petugas dari kepolisian dan Dishub Kalsel maupun Kota Banjarmasin di lapangan. Terlihat, hanya para sukarelawan atau Pak Ogah yang tampak sibuk mengatur arus masuk ke Jalan Tembus Perumnas, karena pemberlakuan sistem satu arah itu. Antrean pun terus menumpuk, hingga pukul 16.30 Wita, seperti belum bisa terurai.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.