Dirgahayu

Di Pilgub Kalsel, Sulaiman Umar Pesaing Kuat Paman Birin

PEMILU 2019 memberi kejutan dan dinamika politik dalam demokrasi Indonesia. Ini karena, Pemilu 2019 mencatat tingginya partisipasi pemilih hingga mencapai 80 persen, tertinggi pasca Orde Baru dan sesuah Pemilu 2014, hingga melahirkan wajah baru, khususnya khazanah politik Kalimantan Selatan.

PENGAMAT politik FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Setia Budhi PhD mengakui Pemilu 2019 terutama di Kalsel memunculkan figur yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Namun, menurut dia, kemudian hasil Pemilu 2019 juga menjadi daya tarik dan dapat diandalkan dengan bangkitnya generasi muda.

“Generasi muda Banua terlihat keluar dari zona nyaman dan coba bersaing dengan kandidat petahana, bahkan bisa menumbangkan politisi senior dalam perebutan kursi DPR RI baik di dapil Kalsel 1 dan 2, terbukti merosotnya perolehan suara mereka,” ucap Setia Budhi kepada jejakrekam.com, di Banjarmasin, Minggu (9/6/2019).

BACA : Zairullah Dukung Sahbirin Dua Periode, Cawagub Diusulkan Sulaiman Umar

Doktor jebolan Universitas Kebangsaan Malaysia ini mengatakan hal itu menunjukkan orientasi pemilih di Kalsel telah bergeser arah pilihan, utamanya pemilih milenial memainkan peran cukup penting dalam kancah politik Banua.

“Raihan suara Pemilu 2019 jelas akan sangat mempengaruhi peta Pilkada Kalsel 2020 mendatang. Terutama, dalam menentukan suara pilihan gubernur, bupati dan walikota yang akan datang,” tutur Setia Budhi.

Menurut dia, Pilgub Kalsel 2020 mendatang akan berlangsung ketat, jika tokoh yang meraup suara terbanyak di Pemilu 2019 ikut berlaga dalam kompetisi perebutan kursi orang nomor satu di Banua.

BACA JUGA : Opsi Independen, Sultan Banjar Siap Tantang Sahbirin di Pilgub Kalsel

Setia Budhi berpendapat akan lebih menarik dan memiliki daya tarik kuat, ketika tokoh muda seperti Sulaiman Umar Siddiq dari PDI Perjuangan ikut meramaikan bursa calon gubernur ke depan.

Dengan modal suara yang direbut mantan Direktur RS Marina Permata Batulicin, Sulaiman Umar dengan 109.208 suara di dapil Kalsel 2, maka bisa menjadi pesaing kuat calon petahana Gubernur Sahbirin Noor atau Paman Birin.

“Ini ditambah dengan perubahan orientasi pemilih pemula dan milenial serta dukungan tokoh masyarakat, bukan mustahil Sulaiman Umar berhasil menjadi pilihan allternatif warga Banua,” bebernya.

Setia Budhi pun mengatakan kans Sulaiman Umar untuk merebut basis dukungan parpol pengusung, sangat terbuka sehingga bisa menjelma menjadi kekuatan politik yang bisa jadi pesaing kuat Paman Birin.

BACA LAGI : 11 Kursi DPR di Kalsel Perpaduan Wajah Lama dan Pendatang Baru, Ini Nominatornya!

Lantas siapa yang akan jadi pendamping Sulaiman Umar? Setia Budhi mengatakan banyak tokoh muda yang bisa ditonjolkan, seperti Habib Abdurrahman Bahasyim, Habib

Habib Hamid Abdullah, Habib Zakaria Bahasyim, tokoh perempuan Agustin Nur Martina Putri dan Antung Fatmawati.

“Suara para calon anggota DPD RI ini sangat signifikan di lumbung suara Banua Anam. Ada pula tokoh muda peduli lingkungan Berry Nahdian Forqan, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, mantan Wabup Hulu Sungai Selatan (HSS) H Ardiansyah dengan basis massa PKS, juga berpotensi sebagai calon wakilnya,” tuturnya.

BACA LAGI : PDIP Klaim Sulaiman-Syafruddin-Rifqi Rebut Tiga Kursi DPR RI

Setia Budhi pun menganalisis jika figur sang pendamping dibutuhkan adalah tokoh birokrat dan memiliki basis organisasi kuat seperti Nahdlatul Ulama (NU), maka pilihannya adalah Abdul Haris Makkie yang kini Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel.

“Dari semua figur itu, tidak menutup kemungkinan akan menjadi pasangan kuat sebagai calon Wakil Gubernur Kalsel yang diusung dalam Pilgub Kalsel 2020 mendatang,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi