Dirgahayu

Opsi Independen, Sultan Banjar Siap Tantang Sahbirin di Pilgub Kalsel

GAGAL maju berlaga dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel 2015 lalu, tak membuat Sultan Khairul Saleh patah arang. Mantan Bupati Banjar dua periode ini memastikan diri siap bertarung dalam Pilkada Kalsel 2020 mendatang, dan bakal menjadi rival petahana Sahbirin Noor alias Paman Birin.

CALON legislatif (caleg) terpilih DPR RI asal dapil Kalsel 1 ini mengakui ada dorongan kuat dari elemen masyarakat untuk ikut berkompetisi dalam perebutan kursi orang nomor satu di Banua pada tahun depan.

“Makanya, kita lihat nanti (konstelasi politik Kalsel). Yang pasti, saya mengucapkan terima kasih atas keinginan dan doa masyarakat. Tentu mereka menginginkan Kalsel dalam pembangunannya lebih maju dan setara dengan daerah Jawa,” ucap Sultan Khairul Saleh kepada awak media, dalam acara open house di kediamannya, Sabtu (8/6/2019).

BACA : Zairullah Dukung Sahbirin Dua Periode, Cawagub Diusulkan Sulaiman Umar

Dengan kuatnya arus ‘perubahan’ itu, Raja Kesultanan Banjar ini mengaku hanya bisa mengaminkan. Namun, menurut dia, semua harus berhitung dengan kondisi perpolitikan yang terjadi jelang Pilkada 2020 mendatang. “Sebab, namanya takdir, kita tidak tahu,” ujarnya.

Mantan pejabat di Kementerian PUPR ini mengatakan jika berbicara keinginan untuk menjadikan kalsel lebih maju itu ada dalam benaknya. Namun, bila bicara nasib, tentunya Khairul Saleh mengatakan melihat kondisi satu tahun ke depan dulu. “Jika pasti menang (dalam Pilkada Kalsel), saya baru maju,” cetus Khairul Saleh.

Eks Kepala Dinas Kimpraskot Banjarmasin ini menjelaskan memiliki strategi dan perhitungan politik dalam menentukan menang atau kalah di Pilgub Kalsel 2020. Namun, beber dia, jika masyarakat mempercayakan melalui dukungan dalam pencalonan, dirinya berharap punya kesempatan untuk memimpin Kalsel lima tahun ke depan.

“Terpenting kuncinya ada di restu masyarakat. Mudah-mudahan, dukungan mereka itu waja sampai kaputing (baja sampai akhir),” tuturnya.

BACA JUGA : Sahbirin Berduet dengan Muhidin? Samahuddin : Banyak Variabel Menentukannya

Apakah Anda akan maju melalui perahu Partai Amanat Nasional (PAN)? Hal ini terkait dengan isu santer yang menyebutkan Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin akan diduetkan dengan sang incumbent, Sahbirin Noor di Pilkada Kalsel 2020? Khairul menjawab bisa melalui independen, tanpa berharap dukungan PAN.

“Saya bisa independen. Karena pengalaman dulu. Mencalon lewat partai saya lepas. Padahal membina partai lima tahun. Tapi mengerti lantaran urusan politik. Memang menjadi risiko,” ujar Khairul Saleh.

Terpenting, ditegaskan Khairul adalah minta doa restu kepada warga Kalsel dan dalam momentum Idul Fitri ini, dirinya mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya karena terpilih menjadi anggota DPR RI dari PAN.

Dalam Pilkada Kalsel 2015 lalu, Khairul Saleh sendiri sudah mendapat modal maju berlaga dengan dukungan Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PKS dan PBB. Hanya saja, saat injury time, ketika telah dibuka pendaftaran calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel yang muncul justru nama Sahbirin Noor-Rudy Resnawan. Berikutnya, Partai Demokrat merapat ke Zairullah Azhar-Muhammad Safi’i, mantan Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) sebagai pendampingnya.

BACA LAGI : Paman Birin Diminta Presiden Siapkan Lahan, Fajar : Dikira Bikin Kebun Sawit

Hasil dari pemungutan suara rakyat Kalsel pada 9 Desember 2015 itu, Sahbirin Noor-Rudy Resnawan diusung PDIP, Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Hanura menang tipis hanya 739.588 atau 41,09 persen atas calon independen, H Muhidin-Gusti Farid Hasan Aman dengan mengoleksi 725.585 suara atau 40,31 persen. Juru kunci dipegang Zairullah Azhar-Muhammad Safi’i disokong PKB, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem dengan 334.172 suara atau 18,6 persen.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS