Pasar Wadai Ramadhan 1440 H Pemkot Banjarmasin Resmi Ditutup

PASAR wadai Ramadhan 1440 H Pemkot Banjarmasin resmi ditutup, Minggu (2/6/2019). Tahun depan, pasar wadai Ramadhan akan digelar di dua lokasi, yakni di kawasan Siring Balaikota Banjarmasin dan di Taman Kamboja Banjarmasin.

KALAU pasar wadai di siring akan dikhususkan untuk kuliner tradisional, sedangkan di Taman Kamboja untuk Banjarmasin Night Expo,” ujar Ketua Pengelola Pasar Ramadhan 1440 H M Noor.

Ia mengatakan, pembentukan dua pasar dilakukan agar lebih memudahkan masyarakat dalam berwisata kuliner tradisional, dan tidak meninggalkan ciri khasnya, seperti berada di bantaran sungai.

Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah berharap tahun depan seluruh pedagang yang telah mengikuti even tersebut dapat kembali meramaikan acara tersebut. “Kita berharap tahun depan para pedagang dapat ikut lagi. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan melaksanakan kegiatan ini,” ucapnya.

BACA : Pasar Wadai Alternatif Wisata Kuliner Tradisional Banjar

Selama 27 hari beroperasi, perputaran uang di pasar tersebut dalam satu hari, perputaran uang sekitar Rp 2 juta untuk satu pedagang. Sementara, jumlah pedagang tercatat 158 orang. “Berdasarkan data yang kita peroleh dari pedagang jajanan khas Banjar, mereka mengalami kenaikan omset 7 hingga 10 persen, ketimbang pada pasar wadai Ramadhan tahun lalu. Tahun lalu pedagang kuliner khas Banjarmasin dalam sehari laku berjualan sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 1,8 juta, tahun ini penjualan mereka rata-rata di atas Rp 2 juta per hari,” jelas M Noor.

Pasar wadai Ramadhan 1440 hijriah digelar Pemkot Banjarmasin di kawasan Taman Kamboja Banjarmasin diikuti 258 stan, yakni 158 lapak pasar wadai, dan 108 pedagang kaki lima (PKL).(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Andi Oktaviani
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time