Seni Kuntaw Sambut Kedatangan Paman Birin Di Kelurahan Mantuil

JARUM jam baru menunjukan Pukul 23.00 Wita. Namun, Ratusan warga Mantuil RT 10 RW 2 dan sekitarnya,  memadati lingkungan Masjid Nur Ibadah, tempat Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel bersahur bersama mereka, Kamis (30/5) dini hari.

MENURUT warga, mereka rela begadang untuk mempersiapkan kedatangan Paman Birin dalam rangka menghadiri Dakwah dan Sahur sekaligus untuk bersilaturahmi.

Hamdani,  tokoh masyarakat setempat mengatakan, antusiasnya  memyambut kedatangan Paman Birin dilatari kedekatan gubernur dengan masyarakat. “Persiapan menyambut kedatangan Paman Birin dilakukan maksimal. Bahkan warga banyak yang begadang untuk menyambutnya,” terangnya.

BACA: Disuguhi Ikan Peda Bakar, Sahbirin Sahur Bersama Warga Banyiur Luar

Berdasarkan pantauan, ratusan warga Mantuil tampak sangat bahagia, ketika Paman Birin tiba ke tempat lokasi acara Pukul 03.15.

Turut menyambut, Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris Makkie, Kadispora Hermansyah, Kepala Balitbangda, H M Amin, Kadis Pariwisata Dahnial Kifli,  dan Kepala Bakeuda H Aminudin Latif, Staf Khusus, Rizal Akbar.

Turut hadir Danrem 101 Antasari Kolonel Inf M Syech Ismed, Danlanal Banjarmasin Kolonel (P) Wijayanto dan pejabat Forkopimda lainnya. Dari  unsur masyarakat  Lurah Mantuil, Mukhlisin Rahmadi, KH M Abduh, KH Mubarak,  Anang Rosyadi, serta masyarakat.

Istimewanya Masjid Nur Ibadah tempat sikaturahmi gubernur, merupakan salah satu masjid bersejarah di Kalsel. Ini karena masjid  berdiri tahun  1938 itu dibangun oleh  para ulama dan pejuang Banjar.

Sebelum memasuki ruang induk masjid, Paman Birin,  disambut lantunan salawat. Tak ketinggalan  atraksi  bela diri kuntaw atau pencak silat dari warga. Sebagai sosok pemimpin yang pandai menyenangkan hati rakyat , secara spontan Paman Birin turut mempraktekan atraksi pencak silat bersama Rizal Akbar.

BACA JUGA: Rela Antre, Warga Serbu Pasar Murah PKK Kalsel

Atraksi bela diri, Paman dan Rizal itu disambut apresiasi luar biasa ratusan warga yang lebih awal telah berada di sekitar halaman masjid. ‌Paman Birin mengaku senang dan bahagia bisa bersilaturrahmi dengan masyarakat Mantuil  terlebih di Bulan Suci Ramadan.

Bahkan dengan penyambutan, Paman Birin mengaku sangat terkesan. Selain dengan lantunan salawat, juga menghibur dengan aksi seni bela diri kuntaw atau pencak silat.

Menurutnya, pencak silat atau kuntaw, penting untuk dilestarikan. Pasalnya, seni bela diri ini adalah warisan orangtua tempo dulu sebagai simbol pentingnya untuk berhati- hati atau waspada dalam menjaga diri. Kedatangan dalam Dakwah dan Sahur, sebut Paman Birin, merupakan salah satu media untuk menyerap aspirasi masyarakat.(jejakrekam)

Penulis Bambang Dedy (Biro Humpro Kalsel)
Editor Fahriza