Respon Publik Besar, Anis Matta Sebut Garbi Bisa Jadi Parpol

LAIKNYA ormas Nasional Demokrat (Nasdem) yang dimotori Surya Paloh dengan isu restorasi Indonesia, hingga jelang Pemilu 2014 bertransformasi menjadi partai politik (parpol). Nah, langkah serupa akan ditiru ormas Gerakan Arah Baru (Garbi). Organisasi yang dibidani pentolan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang menjadi parpol utuh menyambut pemilu mendatang.

PENEGASAN ini dilontarkan pendiri Garbi, Anis Matta dalam safari Ramadhan dan silaturahmi Garbi se-Kalimantan Selatan di GOR Ukhuwah Banjarmasin, usai shalat Tarawih, Minggu (26/5/2019) malam.

“Sebelum utuh menjadi parpol, Garbi akan intens menyampaikan ideologi Gabri kepada masyarakat luas. Narasi yang kita bangun harus mendapat dukungan publik itu separti apa,” kata mantan Presiden PKS ini.

BACA : GARBI Kalsel Pilih Prabowo-Sandi, Siap Perjuangkan Save Meratus

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan jika dukungan masyarakat besar, maka GARBI akan bertransformasi menjadi parpol bukan lagi sebagai sebuah ormas.

Bagaimana hubungan Garbi dengan PKS? Anis Matta enggan menjawab secara gamblang. Politisi kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini membantah kehadiran Garbi untuk menggembosi PKS. “Yang terpenting kami hanya memikirkan kontribusi Garbi diberikan untuk Indonesia. Kami tidak sedang berbicara perbedaan antara Garbi dan PKS serta partai lainnya,” ucap Anis.

BACA JUGA : PKS Banjarmasin : GARBI Bukan Ancaman bagi Kami

Meski identitasnya melekat dengan PKS, parpol yang telah membesarkannya, Anis mengatakan tak ambil pusing bagaimana nantinya mendiferensiasikan identitas Garbi dengan PKS. Dia menjelaskan, Garbi sebagai organisasi masyarakat ingin ciptakan gelombang sejarah baru Indonesia yang memiliki peran nyata dalam perkembangan sejarah dunia.

“Caranya, mewujudkan Indonesia sebagai negara lima besar dunia. Sudah berlangsungnya gelombang sejarah kedua yang melahirkan demokrasi dan kesejahteraan di Indonesia, walau pun secara relatif harus disambung dengan gelombang sejarah ketiga yang membawa Indonesia sebagai bangsa modern,” papar dosen agama Islam di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

BACA LAGI : Didirikan Pentolan Partai, Hubungan GARBI-PKS Panas Dingin

Menurut Anis, sepatutnya semua pihak melek sejarah, sehingga bisa melangkah agar grafik sejarah Indonesia naik dan ikut berperan dalam membentuk grafik sejarah dunia.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS