Humanity Food Van Jangkau Anak Berkebutuhan Khusus di Batulicin

NUN jauh di sana. Ratusan kilometer dari Kota Banjarmasin, tepatnya di Kota Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Puluhan anak tampak tertawa dan bercanda bersama di sebuah ruangan kelas. Sekilas mereka nampak sama dengan anak-anak yang lainnya. Tapi sebenarnya diantara mereka ada yang tidak bisa berbicara, ada yang tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, bahkan ada yang mengalami keterbelakangan mental. Mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Batulicin.

SORE itu, (25/5/2019) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tanah Bumbu dan Komunitas Fastabiqul Khairat (KFK) hadir bersama mereka dalam kegiatan Humanity Food Van yang dikemas dengan buka puasa bersama sekaligus pemberian paket pangan dan santunan untuk anak yatim-piatu, serta duafa.

BACA: Dongeng Kemanusiaan Bangkitkan Semangat Anak Nelayan Desa Rampa

Nurul salah seorang pengajar yang dalam kesempatan ini mewakili Kepala SLB tak bisa menutupi rasa bahagianya. “Ini kali pertama lembaga sosial hadir disini dan anak-anak sangat senang karena pada dasarnya mereka sangat membutuhkan dukungan moral dari semua pihak. Terima kasih karena sudah membersamai kami,” ucapnya haru.

Ketua KFK Rahmadi juga membenarkan hal tersebut. “Komunitas kami selama ini tidak terpikir untuk hadir disini dan kebetulan ACT-MRI memberikan gagasan untuk melakukan kegiatan bersama mereka, ternyata benar mereka sangat membutuhkan kita semua, dan KFK siap bekerja sama dengan ACT-MRI di kegiatan-kegiatan berikutnya,” kata Rahmadi.

Ungkapan bahagia dan terima kasih juga datang dari Siti Maryam, salah satu siswa penyandang tuna netra berusia 9 tahun. “Terima kasih banyak kepada para donatur, semoga diberikan kesehatan dan rezeki berlimpah,” ucapnya sambil tersenyum bahagia.

Hal senada disampaikan Ancah. Anak penyandang tuna wicara dan tuna rungu. Berbeda dengan Siti Maryam, Ancah menyampaikannya dengan bahasa isyarat. Selain seorang ABK, Ancah juga anak yatim piatu.

Selain berbagi 100 paket sajian berbuka puasa, paket sembako dan santunan, dalam kegiatan itu juga dihadirkan Ustadz Muhammad Taufik ST, seorang pembicaran nasional penemu “Metode Seni Terapi Anak Berkebutuhan Khusus dengan Al Qur’an”. Kehadiran beliau disambut antusias oleh orang tua dan guru ABK di SLB Batulicin.

Kegembiraan sore itu disyukuri oleh Ketua MRI Tanah Bumbu Anjar Sufangat. “Alhamdulillah senang sekali bisa berbagi bersama mereka yang membutuhkan. Anak-anak di sini luar biasa, menyuntikkan semangat untuk kita semua yang fisiknya lebih sempurna,” tutur Anjar. Semoga kedepannya, sebut Anjar komunitas sosial lainnya juga tergerak untuk hadir disini untuk membersamai mereka.(jejakrekam)

Penulis Abu Faqih (relawan MRI Tanah Bumbu)
Editor Fahriza