PKS Tetap Usung Ibnu Sina, Bursa Calon Walikota Mulai Mengemuka

USAI perhelatan Pemilu 2019 yang menyita energi, kini parpol-parpol yang ada di Banjarmasin sudah menyiapkan diri untuk menyongsong pesta demokrasi pemilihan Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin pada 2020 mendatang.

SAAT ini, nama Walikota Ibnu Sina tetap disebut-sebut akan kembali berlaga pada Pilkada 2020 mendatang sebagai calon petahana. Apalagi, sinyal kuat datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan tetap mempertahankan sosok incumbent tersebut.

Selain Ibnu Sina, kini muncul pula figur Wakil Walikota Hermansyah yang disebut-sebut akan bertarung dalam pesta lima tahunan itu. Ada pula, anggota DPR RI asal Partai Golkar Hasnuryadi Sulaiman, hingga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Banjarmasin Harry Wijaya yang juga menantu dari H Muhidin, mantan walikota dan Ketua DPW PAN Kalsel.

BACA : Kalau Satu Putaran, Dana Pilwali Banjarmasin 2020 Cukup Rp 30 Miliar

Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra memastikan parpolnya tetap mengusung calon petahana Ibnu Sina untuk maju kembali dalam Pilwali Banjarmasin 2020 mendatang.

“Dari lima kursi yang diraih PKS dalam Pemilu 2019, kami tetap memberi kepercayaan kepada Walikota Ibnu Sina untuk maju kembali dalam Pilwali Banjarmasin 2020 mendatang,” ucap Hendra kepada jejakrekam.com, Jumat (24/5/2019).

Apakah nanti akan mempertahankan kongsi politik pada Pilkada 2015? Hendra menyebut koalisi parpol pengusung masih mencair, walau sebelumnya PKS menjalin kemitraan dengan PDI Perjuangan saat mengusung duet Ibnu Sina-Hermansyah.

“Ya, dilihat dulu peta politiknya. Saat ini, PAN sebagai pemenang Pemilu 2019 juga bisa mengusung calon sendiri. Begitupula, Partai Gerindra. Yang pasti, koalisi parpol nanti dalam Pilwali 2020 masih cair,” tutur Hendra.

BACA JUGA : Dana Suksesi Pilwali Banjarmasin 2020 Dianggarkan di APBD-P 2018 dan 2019

Ia menyebut bak gayung bersambut, Walikota Ibnu Sina pun siap mengemban kepercayaan PKS jika nantinya diusung kembali dalam Pilwali Banjarmasin 2020 mendatang. Hendra menyebut PKS juga harus menghitung siapa rival calon petahana, karena peta politik Banjarmasin dipastikan akan berbeda jauh dengan Pilkada 2015 lalu.

“Kami harus mengukur siapa lawan calon petahana. Ini penting dalam menyusun strategi pemenangan. Yang kita khawatirkan adalah belajar dari Pemilu 2019, begitu dahsyat politik uang sehingga patut diantisipasi terlebih dulu,” beber Hendra.

Ia juga menyebut peta politik Pilwali Banjarmasin 2020 juga harus mengukur formasi kandidat dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel. Apalagi, menurut dia, saat ini mulai muncul rumor jika calon petahana H Sahbirin akan berduet dengan H Muhidin sebagai kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel pada Pilkada 2020 mendatang.

“Jadi, harus diukur dan diraba-raba. Lagipula, parpol juga akan berhitung matang untuk menyiapkan menyongsong Pilkada 2015, baik di Banjarmasin maupun Kalsel,” beber Hendra.

BACA LAGI : Prediksi Peraih 8 Kursi Laga Banjarmasin Pemilu 2019 untuk DPRD Kalsel

Di atas kertas, Hendra tak memungkiri jika popularitas calon petahana Ibnu Sina sangat tinggi di Banjarmasin, sehingga tinggal menghitung siapa yang akan kawan koalisi dan lawan nantinya dalam perebutan kursi orang nomor satu dan dua di Balai Kota.

“Saat ini, sudah menjadi rahasia umum, jika berharap popularitas justru bisa dirusak dengan brutalnya politik uang. Hal semacam ini harus diantisipasi sejak dini,” kata Hendra lagi.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Banjarmasin Hilyah Aulia memastikan parpolnya sudah menyiapkan diri untuk menyongsong Pilwali 2020. Menurut Hilyah, usai lebaran nanti akan dibentuk tim khusus yang menangani pemilihan walikota bernama desk pilkada.

“Habis lebaran, kemungkinan PKB akan segera membuka pendaftaran calon walikota. Tentunya, akan dirapatkan dulu. Apakah nanti ada kader yang diusung atau berkoalisi dengan parpol lain, diputuskan dalam rapat partai,” tegas Hilyah Aulia.

BACA LAGI : Kecuali PAN, Wajah Lama Mendominasi Caleg Terpilih DPRD Banjarmasin

Mantan Sekretaris DPW PKB Kalsel ini mengakui saat ini muncul figur nama kandidat walikota, tak hanya calon petahana Ibnu Sina, sosok Hasnuryadi Sulaiman (anggota DPR RI dari Golkar), Harry Wijaya (Ketua DPD PAN Banjarmasin), hingga Wakil Walikota Hermansyah mulai mengemuka di tengah publik.

“Intinya, PKB masih menunggu perkembangan politik usai Pilpres 2019 ini, karena semua nama yang beredar sangat berpotensi untuk menjadi calon walikota di Banjarmasin,” kata eks Ketua Garda Bangsa PKB Kalsel ini.(jejakrekam)

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi