Tensi Politik Pasca Pemilu 2019 Memanas, Tokoh Agama Diminta Angkat Suara

LEMBAGA Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) bersama Keuskupan Banjarmasin menghelat diskusi antar iman bertajuk Konsolidasi Bangsa Pasca Pemilu 2019 di Aula Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus, Banjarmasin, Kamis (23/5/2019).

FORUM ini dicetus untuk menyikapi gejolak politik yang begitu memanas usai keputusan Pilpres 2019 diumumkan KPU RI, 21-22 Mei 2019 lalu. Dihadiri tokoh-tokoh rohaniawan dari lintas agama serta para aktivis, diskusi ini  mendorong keterlibatan figur agama untuk ikut terlibat menyuarakan langkah rekonsiliasi para elit serta dua kubu yang berseteru.

Pembicara diskusi dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Budhy Munawar Rachman mengatakan pemuka agama harus menjadi sektor paling depan untuk mendorong kembali persatuan karena sampai kini mereka yang menjadi figur yang dipercaya publik.

BACA : Sikapi People Power, Ulama se-Kalsel Serukan Umat Islam Hindari Tindakan Inkonstitusional

“Seluruh tokoh lintas agama harus bergerak. Dari masing-masing tempat peribadatan menyuarakan adanya persatuan lagi. Jangan sampai kisruh,” ujarnya kepada jejakrekam.com usai diskusi berlangsung.

Menurut dia, perhelatan pemilu kali ini memang begitu memanas lantaran baru pertama kali dalam sejarah terjadi penolakan salah satu peserta pilpres, hingga berujung terjadi konflik di akar rumput.

“Kita belum pernah mengalami hal seperti ini. Harusnya semua bisa selesai di Mahkamah Konstitusi. Bukan malah terjadi konflik,” ucap Budhi yang juga Pendiri Nurcholish Madjid Society (NCMS).

BACA JUGA : Seruan Ulama Tak Berpengaruh, Relawan Prabowo-Sandi Kalsel Tetap Ikut People Power

Untuk para elite politk yang berseteru, Budhy pun berpesan agar jangan berpikir instan. Ia menyarankan agar elite politik harus menyadari, menggunakan momen ini untuk tujuan politik jangka pendek akan menimbulkan kekacauan. “Jangan memaksakan kehendak. Tapi, terlepas dari itu saya percaya semua akan selesai kalau konsolidasi itu dilakukan,” kata Budhy.

Sementara itu, Pastor Gereja Katedral Paroki Keluarga Kudus, Cosmas Tukan MSF menyatakan bahwa ajang diskusi antar iman ini harus menjadi ajang merajut kembali persaudaraan sesama masyarakat.

“Mari kita kita tinggalkan 01, 02, dan berbagai kelompok lainnya. Kita pertahankan 03, sila ketiga Persatuan Indonesia,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time