Permak Stadion 17 Mei Berstandar Internasional Butuh Dana Rp 250 Miliar

DENGAN anggaran jumbo hingga Rp 250 miliar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwari memastikan renovasi total Stadion 17 Mei untuk bertaraf internasional bisa dilaksanakan secara bertahap.

BERDASAR rencana, mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu ini mengatakan tahap awal untuk mempermak wajah stadion di Jalan Jafri Zamzam itu adalah meninggikan bagian VVIP dengan anggaran Rp 13,4 miliar.

“Tahun berikutnya, Pemprov Kalsel akan menganggarkan Rp 50 miliar untuk renovasi VIP kiri dan kanan. Dua bagian ini akan ditinggikan 1,5 meter agar pandangan penonton tidak lagi terhalang dan tidak lagi banjir,” kata Roy Rizali Anwari di sela buka puasa bersama dan laga eksebisi Pemprov Kalsel dengan Barito Putera, Selasa (21/5/2019) malam.

BACA : Pemprov Kalsel Beri Sinyal Stadion 17 Mei Bisa Dikelola Barito Putera

Masih menurut Roy, tahun berikutnya akan dilakukan renovasi rumput Stadion 17 Mei. Sebab, beber dia, rumput sepakbola saat ini hanya 30 persen rumput alami sisanya gulma dan hama.“Sedangkan untuk renovasi tribun Inggris diperlukan dana sekitar Rp 180 miliar lebih. Makanya, kita akan lakukan pada tahap selanjutnya,” ujar Roy.

Ia menjelaskan proses renovasi Stadion 17 Mei, sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2019. Puncaknya, pada 17 Mei 2019, dilakukan lelang, hingga nanti didapat pemenang tender proyek belasan miliar rupiah tahun anggaran 2019.

Manajer Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman menyambut baik renovasi total Stadion 17 Mei. Sebab, menurut dia, sudah lama keinginan pecinta sepakbola untuk mempermak gelagang olahraga sepakbola yang telah diresmikan 45 tahun silam.

BACA JUGA : Tunggu DED Rampung, Renovasi Stadion 17 Mei Dikucurkan Dana Rp 13 Miliar

“Ini merupakan impian kita bersama memiliki stadion yang representatif dan berstandar AFC dan FIFA. Apabila Barito Putera berpeluang mewakili Indonesia di ajang internasional diharapkan bisa menggunakan stadion ini,” ucap politisi Golkar ini.

Hasnur sadar konsekuensi renovasi total, maka mau tidak mau Barito Putera harus ‘minggat’ dari Stadion 17 Mei. Setidaknya, hingga tiga tahun ke depan. Menurut Hasnur, saat bentrok dengan Madura United nanti merupakan laga terakhir Barito Putera menggunakan Stadion 17 Mei. “Selanjutnya,  kami akan menggunakan Stadion Demang Lehman untuk laga kandang tim,” kata anggota Komisi XI DPR RI ini.

BACA LAGI : Stadion 17 Mei Direnovasi, Lirik Lapangan Kayutangi

Hasnur menyebut sudah menjalin komunikasi dengan pengelola Stadion Demang Lehman Martapura.Apalagi, Barito Putera pernah menjadikan stadion yang juga markasnya Martapura FC  untuk menjamu tim-tim lawan pada musim 2013-2014 . “Hal itu akan kita ulang, karena bersama Martapura FC akan menggunakan  Stadion Demang Lehman,”  ucapnya.

Dia meyakini Pelatih Kepala Barito Putera Jacksen F Tiago mempunyai alternatif wadah berlatih, selain Stadion 17 Mei. Termasuk, menggunakan Lapangan Sepakbola Kayutangi, di Jalan Brigjen H Hasan Basry.“Memang, Lapangan Kayutangi memerlukan perbaikan kualitas lapangan. Namun, saya yakin Coach Jacksen punya program latihan khusus,” imbuh Hasnur.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS