Dirgahayu

Berikan Efek Jera, Dugaan Politik Uang Calon Anggota DPD RI Harus Diusut Tuntas

SEJUMLAH perwakilan LSM Kelompok Suara Hati Nurani Masyarakat menyambangi Kantor Bawaslu Kalsel. Kedatangan mereka ini untuk mempertanyakan proses hukum terkait politik uang yang diduga dilakukan salah satu calon anggota DPD RI.  

BAHARUDIN, perwakilan LSM Suara Hati Nurani mengatakan, selama ini dalam beberapa kali pemilu, sangat sulit mengungkap adanya politik uang yang dilakukan para caleg.

Ia menegaskan, jika sudah ada laporan dan yang melaporkan mengerti tentang pemilu maka diharapkan laporan tersebut bisa ditindaklanjuti dan sebagai efek jera bagi caleg lainnya yang terbukti melakukan politik uang. “Kami mendukung kinerja Bawaslu tanpa ada intervensi. Jika terbukti silakan sampaikan di pengadilan,” katanya.

BACA: Adhariani Laporkan Dua Caleg Demokrat dan Calon DPD ke Bawaslu Kalsel

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Aries Mardiono menyatakan kedatangan tamu dari LSM gabungan ini menyampaikan aspirasi berupa dukungan terhadap Bawaslu dalam penegakkan hukum pemilu yang saat ini ditangani terkait dugaan politik uang.

Aries Mardiono menegaskan bahwa Bawaslu menjunjung tinggi profesionalitas, integritas dan netralitas sehingga dirinya mengimbau untuk mempercayakan kepada Bawaslu dalam penegakkan hukum Pemilu akan ditangani sebaik mungkin sesuai dengan hasil yang diperoleh dalam proses tersebut.

BACA JUGA: Dilaporkan Adhariani ke Bawaslu, Habib Banua Balik Laporkan Pencemaran Nama Baik

Disebutnya, apabila secara unsur terpenuhi terhadap pasal yang disangkakan pelanggaran pemilu beserta alat buktinya, maka akan lanjutkan ke tahap pembahasan kedua, terutama ketika ada kesepakatan objektif antara Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. “Jika terpenuhi, akan masuk dalam proses penyidikan. Tetapi jika tidak terpenuhi maka tidak bisa dilanjutkan,” katanya.

Menurutnya saat ini Bawaslu masih berproses, dengan tahapan pemeriksaan terhadap saksi, pelapor dan terlapor. Ia menambahkan, apapun hasilnya akan disimpulkan dan ditentukan sesuai keterangan yang dikorek. “Memang ada harapan dari kawan-kawan bahwa pelanggaran Pemilu ditindak secara tegas agar pesta demokrasi selanjutnya mendapat efek jera,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Fahriza