Akses Masuk ke Masjid dan Ponpes Sulaimaniyah Al Husna Ditutup Oknum Tak Bertanggungjawab

OKNUM tak bertanggungjawab menutup akses jalan menuju Masjid Jami Al-Husna dan Pondok Pesantren (Ponpes) Sulaimaniyah Al-Husna di Jalan Kuranji Kelurahan Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (20/5/2019).

TUMPUKAN batu besar itu menghalangi akses masuk dan keluar ke komplek pendidikan itu. Hal ini dirasakan pengurus Masjid Al-Husna dan Ponpes Sulaimaniyah Al-Husna, sangat mengganggu. Mereka pun akhirnya melaporkan hal itu kepada ketua RT dan RW, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan Kelurahan Guntung Manggis,  Landasan Ulin, Banjarbaru.

H Husni, pengelola dan pendiri Ponpes Sulaimaniyah Al-Husna mengungkapkan dirinya mendengar informasi dari masyarakat di Jalan Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, sekitar pukul 15.00 Wita, ada 10 truk menumpahkan batu-batu besar untuk menutup jalan menuju ke masjid dan ponpes.

BACA : Angkatan Muda Sabilal Muhtadin Gelar Pesantren Ramadhan

“Jalan tersebut merupakan fasilitas umum dan mengakibatkan akses jalan menuju masjid dan ponpes tidak bisa dilewati,” ucap Husni kepada wartawan di Banjarbaru, Senin (20/5/2019).

Ia mengakui belum tahu siapa pelakunya. Hanya saja, Husni mengatakan perbuatan tersebut jelas sangat tidak bertanggungjawab, karena telah mengganggu umat Islam untuk beribadah. “Jamaah yang berencana shalat tarawih tadi malam, terpaksa batal digelar, karena merasa terganggu,” kata H Husni.

Menyikapi hal itu, H Husni telah melaporkan peristiwa itu kepada ketua RTdan R, Babinsa, Bhabinkamtibmas Landasan Ulin dan Kelurahan Guntung Manggis. Mereka meninjau langsung ke lokasi.

BACA JUGA :  Berawal dari Dalam Pagar, Lahir Pondok Pesantren di Tanah Banjar

H Husni, hanya bisa menduga pelaku adalah orang yang tidak suka adanya syiar Islam di lokasi tersebut. Kakek yang berusia lebih dari 60 tahun ini mengungkapkan, Ponpes Sulaimaniyah Al-Husna  memberikan pendidikan agama gratis tahfidz Alqur’an.

“Para guru  yang mengajar sebagian lulusan dari Hadral Maut, Yaman. Selanjutnya, masjid yang kami bangun untuk seluruh umat Islam,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal itu, H Husni berencana mengadukan perbuatan oknum tak bertanggungjawab itu ke Polres Banjarbaru untuk diproses secara hukum. “Jadi, akan ketahuan siapa pelaku yang mengganggu masyarakat untuk beribadah. Sebagai warga negara yang taat hukum, maka kami mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Dalam hal ini, Polres Banjarbaru,” papar H Husni.

BACA LAGI : Dukung Perda Pondok Pesantren, Dispersip Kalsel Siap Salurkan Buku Bacaan

Terpisah, seorang guru di Ponpes Sulaimaniyah Al- Husna mengatakan,    para santri dan pengajar agak terganggu dengan adanya penutupan jalan menuju ponpes dan masjid. Untuk itu, ia berharap ada solusi yang baik, sehingga dapat menjalankan ibadah dan mengajar dengan nyaman.

“Saya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secepatnya dan tidak mengganggu para santri dalam menimba ilmu Alquran di sini,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

 

 

 

 

 

 

Penulis Syahminan
Editor Didi GS