ACT

16 Prodi di ULM Menjadi Tujuan Beasiswa LPDP 

0 518

LEMBAGA Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka Program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP Tahun 2019. Pendaftaran beasiswa LPDP Tahun 2019 periode 1, dimulai dari 26 April-16 September 2019.

PENDAFTARAN gelombang 1 akan dimulai tanggal 10 Mei dan akan berakhir pada 30 Mei 2019. BPI terdiri dari beberapa jenis beasiswa, salah satunya adalah beasiswa reguler program magister dan doktoral.

Tahun ini Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pertama kali menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi tujuan LPDP semenjak lembaga itu resmi berdiri tahun 2012 silam.

BACA: Raih Akreditasi A, ULM Target Lima Tahun Terakreditasi Internasional

Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Dr Aminuddin Prahatama Putra mengatakan, ada 16 prodi magister di ULM tujuan beasiswa calon mahasiswa pasca sarjana penerima LPDP.

Aminuddin menjelaskan dari 16 prodi mayoritas berasal dari rumpun ilmu terapan sebanyak 14 prodi yaitu magister manajemen pendidikan, ilmu hukum, akuntansi, pendidikan IPS, pendidikan PAUD, kenotariatan, agronomi, ilmu kehutanan, trknik sipil, ilmu kesehatan masyarakat, manajemen, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, ilmu administrasi bisnis, dan ilmu administrasi public. Sedangkan rumpun ilmu social, ada satu prodi, yaitu magister ilmu ekonomi dan rumpun ilmu humaniora satu prodi magister pendidikan bahasa Indonesia.

Namun Doktor jebolan Unesa ini belum mengetahui secara rinci alokasi mahasiswa pasca sarjana beasiswa LPDP yang akan kuliah di ULM. “Alhamdulillah semenjak kita meraih akreditasi A lembaga penyelenggara pemberi beasiswa baik dari dalam maupun luar negeri semakin mempercayai ULM,” ucap dia.

BACA JUGA: Usai Diresmikan Menristekdikti, Plafon Gedung Baru ULM Ambruk

Bagi Aminuddin, kepercayan lembaga pemerintah dan swasta membuktikan ULM tidak kalah dengan perguruan tinggi ternama lainnya. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi ULM salah satunya mengupayakan prodi magister meraih akreditasi A dan peningkatan SDM baik tenaga pengajar maupun tenaga kependidikan.

“Era revolusi Industri 4.0 kita harus responsif dan mengikuti perkembangan zaman, seperti penerapan big data, kompeterisasi hingga internet, nah semuanya harus ditopang dengan sarana dan prasarana yang mendukung,” jelas pengajar FKIP ULM ini.

BACA LAGI: Menristekdikti : Revolusi Industri 4.0, Peran Manusia Digantikan Kecerdasan Buatan

Oleh karena itu, tambahnya, ULM mendorong tenaga pengajar dan kependidikan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. “Walaupun dosen kita (tenaga pengajar) sudah rata-rata S2 dan S3 namun tenaga kependidikan kita mayoritas hanya lulusan sarjana,” ungkap Aminuddin.

Ia berharap, pemerintah pusat membuka peluang beasiswa bagi tenaga kependidikan ULM melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Walaupun secara institusi ULM meraih akreditasi A, tentu saja kita tidak berpuas diri, kita terus membenahi ULM agar menjadi institusi yang unggul dan berdaya saing,” tandas Aminuddin.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Husaini
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.