Sikapi People Power, Ulama se-Kalsel Serukan Umat Islam Hindari Tindakan Inkonstitusional

TENSI politik negeri ini kian memanas, seiring dengan seruan people power untuk menolak hasil Pilpres 2019. Menyikapi potensi konflik horizontal, para ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren, cendikiawan dan mahasiswa muslim se-Kalimantan Selatan menggelar multaqo atau pertemuan sekaligus buka puasa di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (15/5/2019).

DALAM seruannya, Rais Syuriah PWNU Kalsel KH Muhammad Ramli menyerukan agar umat Islam bulan suci Ramadhan ini terus mengukuhkan ukhuwah Islamiyah, menjalin silaturahmi dan menghindari fitnah serta tindakan melawan hukum atau konstitusional.

Di hadapan ratusan orang yang hadir dalam multaqo ulama, habaib, pimpinan ponpes, cendikiawan dan mahasiswa muslim se-Kalsel ini, KH Muhammad Ramli juga menyerukan masyarakat, khususnya umat Islam untuk menjauhi tindakan pemberontakan atau bughat terhadap ulil amri (pemerintah), penyelenggara pemilu baik KPU, Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi.

BACA : Pasca Pilpres, Dua Kubu Harus Menunjukkan kebersamaan dalam Berdemokrasi

“Sebaiknya, umat Islam menghindari tindakan yang mengarah ke bughat. Ketaatan di sini bermakna tidak keluar dengan mengangkat senjata, melakukan revoluasi, meskipun tidak sesuai aspirasinya,” tegas ulama sepuh asal Amuntai, Hulu Sungai Utara ini.

KH Muhammad Ramli menegaskan dalam multaqo para ulama dan habaib se-Kalsel menyepakati NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara telah sesuai dengan Islam yang rahmatan lil‘alamin.

Saat membacakan maklumat, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Kalsel Prof Dr Abdul Hafiz Anshary mengimbau umat Islam untuk bersama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi negeri yang sudah kondusif.

BACA JUGA : Usai Pilpres 2019, Relawan Prabowo-Sandiaga Tetap Eksis di Perpolitikan Daerah

Secara bergantian para ulama dan tokoh masyarakat Kalsel pun membacakan sikapnya. Seperti HM Syarbani Haira, mewakili Universitas NU Kalsel, Ketua PW Muhammadiyah Kalsel, Sekretaris MUI Kalsel KH Fadli Mansoer, Pimpinan Ponpes Nurul Hijrah Tanah Laut KH M Mukri Yunus.

Ada pula Habib Abdillah Al Habsyi (Pimpinan Majelis Shalawat Rasulullah SAW Amuntai), Dr KH Abdul Hasib Salim (Pimpinan Ponpes Rakha Amuntai), Prof Dr Ahsin Rifai (Ketua PW ISNU Kalsel) dan Berry Nahdian Furqon, S.P, MS (Sekretaris PWNU Kalsel) mengusung seruan sejak dan damai untuk Indonesia. Acara ini pun dipandu Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kalsel Teddy Suryana.

BACA LAGI : Di Hadapan Relawan 02 Kalsel, Sandi Ungkap Ada 73 Ribu Kecurangan

Multaqo ulama, habaib dan unsur masyarakat lainnya ini ditutup dengan tausyiah disampaikan KH Marzuki Mustamar. Ketua PWNU Jawa Timur ini mengingatkan agar umat Islam menjaga kesucian bulan Ramadhan untuk menghindari keributan dan kericuhan.

“Ramadhan adalah bulan kemenangan Islam. Insya Allah, penghitungan suara aman dan penghitungan real juga aman. Amin,” ucap Marzuki Mustamar, disambut aplaus pada hadirin.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS