18 Siswa SMA/SMK Peraih Nilai Nol Didominasi Banjarmasin dan Tanah Laut

TAK hanya peraih nilai tertinggi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ajaran 2018/2019, justru mengejutkan ada 18 siswa SMA dan SMK ternyata meraih nilai nol. Kebanyakan siswa itu berasal dari Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut.

FAKTA ini  diakui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Yusuf Effendi kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Rabu (15/5/2019).

Dia menyebut kebanyakan siswa yang meraih nilai nol dalam UNBK tahun ajaran 2018/2019 itu berasal dari Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut. Sayangnya, Yusuf tak merinci secara jelas siapa saja siswa yang mendapat nilai nol itu.

BACA : Inilah Peraih Nilai UNBK SMA/SMK Tertinggi, Dihadiahi Uang Puluhan Juta

Menurut Yusuf, saat ini hasil ujian nasional (UN) tidak lagi menjadi penentu kelulusan, kini dalam menentukan kelulusan dari satuan pendidikan ditentukan sekolah melalui rapat dewan guru atau pleno guru.“Jadi, pihak sekolah dengan mempertimbangkan seluruh mata pelajaran, memutuskan apakah seorang siswa bisa dinyatakan lulus atau tidak,” ucapnya.

Ia menjelaskan berbagai jenis ujian yang dilalui siswa di sekolah merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menggambarkan materi yang diajarkan, standar isi, proses dan penilaian.“Akumulasi dari keempat hal itu yang mengantarkan siswa sampai pada satu titik keputusan lulus atau tidak,” kata Yusuf.

BACA JUGA : Tiga SMP Tertunda Laksanakan UNBK karena Gangguan Akses Internet

Termasuk, masih menurut dia, siswa juga harus memiliki tiga kompetensi yaitu kompetensi pengetahuan atau kognitif, kompetensi keterampilan atau psikomotorik, dan kompetensi sikap atau efektif.

“Tiga hal ini saling terkait, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu menciptakan anak bangsa yang cerdas, berpengetahuan, berketerampilan, berbudi luhur, serta berketuhanan yang Maha Esa,” ujarnya.

Yusuf juga menambahkan kelulusan dinilai dengan berbagai item, di mana peserta didik wajib tuntas mengikuti pembelajaran semester satu dan enam, berperilaku baik dan wajib mengikuti ujian sekolah dan UN.“Ketiga item itu wajib dipenuhi. Makanya, UN bukan penentu kelulusan melainkan dikolaborasikan dengan nilai-nilai ujian,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS