Serapan Anggaran Pemkot Rendah, Wawali Banjarmasin Meradang

HINGGA triwulan II Tahun 2019, serapan anggaran Pemkot Banjarmasin baru berada di angka 9,91 persen dimana penyerap terbesar berada di Sekretariat DPRD Banjarmasin.

MELIHAT hal tersebut, Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah pun meradang saat rapat koordinasi dengan SKPD di Pemkot Banjarmasin. Ia tak habis pikir mengapa serapan anggaran pekerjaan fisik begitu rendah. Padahal ini sudah masuk di Bulan Mei.

Bahkan, dari data LPSE Banjarmasin, kata Herman dari 137 paket pekerjaan, yang sudah selesi lelang hanya 33 paket pekerjaan. “Sejak awal sudah saya ingatkan kalau bisa sudah beres diawal tahun sehingga tak akan berdampak pada pekerjaan,” tegasnya.

BACA: Bernostalgia di DPRD Kalsel, Wakil Walikota Hermansyah Singgung Peristiwa Jumat Kelabu

Ia menuding, lambannya proses lelang ini karena operator LPSE yang menguasai soal input dokumen lelang dimutasi ke dinas lain.  Ia pun kemudian mencari Kepada BKD Pemkot Banjarmasin, Akhmad Syafri Azmi untuk mempertanyakan ini.

Tensi Herman kian memuncak saat rapat koordinasi orang nomor dua di Pemkot Banjarmasin ini tak menemukan kepala BKD dalam rapat koordinasi dan hanya diwakilkan  stafnya.“Bagaimana mau mengambil kebijakan. Kamu bisa mengambil kebijakan,” tanya Herman.

Ia pun menegaskan ketika pekerjaan fisik tak juga dilaksanakan, maka serapan anggaran pun berdampak.  Dalam rapat tersebut, mantan anggota DPRD Kalsel ini pun tak segan menyebut dinas yang lamban dalam menyerap anggaran. “Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Permukiman lamban dalam penyerapan anggaran,” ucapnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Fahriza