Manusia Gerobak Marak, Kepala Satpol PP Banjarmasin Pastikan Segera Ditertibkan

FENOMENA sosial tahunan memasuki bulan Ramadhan, marak kehadiran manusia gerobak. Para pemulung sekaligus menyaru menjadi pengemis ini mulai betebaran di sejumlah ruas jalan di Banjarmasin. Titik konsentrasinya terutama di kawasan Kayutangi.

KEBANYAKAN para penarik gerobak untuk mengais sampah bernilai ekonomis seperti kardus bekas, botol-botol plastik dan lannya, sekaligus mengemis kepada para pengguna jalan yang melintas di kawasan Kayutangi. Hal ini terlihat di sepanjang Jalan Brigjen H Hasan Basry, Jalan Perdagangan, serta Jalan Adhyaksa.

Beberapa penarik gerobak ini pun mengaku berasal dari kawasan perkampungan terdekat, terutama dari Kelurahan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara. Selain mencari sampah bernilai jual, juga mengais uang dari para dermawan. Terutama, para pemilik rumah mewah, toko atau kios.

BACA : Manusia Gerobak Menggeliat, Fenomena Sosial Masyarakat Kota yang Sedang Sakit

Fenomena masuk gerobak yang makin marak saat bulan puasa ini diakui Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Hermansyah akan terus dipantau keberadaannya.

“Memang, semakin memasuki bulan Ramadhan hingga nanti menjelang Lebaran, manusia gerobak akan makin bertambah banyak,” ucap Hermansyah kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Selasa (14/5/2019).

Ia mengatakan untuk menertibkan para manusia gerobak ini perlu kehati-hatian, karena tidak semua penarik gerobak itu menyaru menjadi pengemis.“Terkecuali, jika keberadaan mereka itu mengganggu arus lalu lintas, seperti mangkal di daerah rawan kemacetan, baru kami akan tertibkan,” tegas Hermansyah.

Dia menyebut keberadaan manusia gerobak yang memarkir gerobak di bahu jalan, terutama di kawasan Kayutangi sangat mengganggu keindahan kota.

Trik yang dimainkan manusia gerobak ini sudah diketahui Satpol PP Banjarmasin. Caranya, dengan memboyong anak kecil atau bayi dan duduk di atas gerobak penuh sampah atau barang bekas, berharap para pengguna jalan berhenti dan memberi lembaran rupiah.

BACA JUGA : Jangan Hanya Mengejar Adipura, Banjarmasin Harus Mampu Entaskan Kemiskinan

“Seolah-olah mereka itu tidak punya rumah. Memang, saat bulan Ramadhan ini, banyak orang yang memberi sedekah. Namun, mereka memanfaatkan itu layaknya sebagai pengemis,” ucap Hermansyah.

Bahkan, Kepala Satpol PP Banjarmasin ini mengatakan telah mengetahui peta dan daerah asal manusia gerobak yang ada di kota ini. “Kebanyakan mereka itu sudah memiliki rumah yang layak. Makanya, kalau tidak diatasi dengan cepat, maka akan merepotkan ke depan,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS