Berawal dari Pengalaman, Musisi Muda Balangan ini Ciptakan Sebuah Lagu

MUSISI muda Balangan, Normalinda atau lebih dikenal dengan nama Linda Sabrina kembali membuat karya seni berupa sebuah lagu.

LAGU yang baru saja selesai direkam dan akan dibuatkan video klipnya ini, mengangkat perjalanan kisah cinta anak muda yang akhirnya harus meninggalkan pasangannya karena dijodohkan orang tuanya dengan orang lain.

Linda Sabrina menyampaikan, lagu ini terasa istimewa baginnya karena merupakan lagu ciptakannya sendiri. Sedangkan beberapa lagu yang telah dibawakan selama ini, kata dara kelahiran 24 Maret 1996 silam, semua ciptaan orang lain. “Alhamdullilah lagu berjudul Bungkam yang baru selesai direkam ini, merupakan ciptaan sendiri,” ujar Linda yang merupakan warga Kecamatan Juai ini.

BACA: Terinspirasi Kehidupan Banjar Hulu, Si Pilanggur pun Masuk Deretan Sastra Rancage

Inspirasi lagu sendiri, lanjut anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Muhammad Sabri dan Arbanah ini, merupakan pengalaman pribadi. Namun, bukan tentang kisah cinta tapi sama-sama harus mengalahkan keinginan pribadi demi keinginan orang tua.

“Insya Allah ke depan lagu ini akan dibuatkan video klipnya, agar masyarakat luas bisa lebih menikmatinya,” bebernya.

Terlepas dari lagu ini, menurut Linda Sabrina begitulah nama panggung yang dirinya pakai, seni tarik suara telah digelutinya sejak masih belia yaitu, sejak duduk dibangku sekolah dasar.

Saat itu, kenang Linda, sejak dirinya mengikuti lomba baca puisi mulai menyukai seni tarik suara. Bahkan, kadang-kadang hampir tiap hari waktu luangnya digunakan untuk bernyanyi, entah itu saat melihat program music di televisi ataupun hanya sekedar mengikuti nyanyian lewat radio. Seiring berjalan waktu, lanjut dia, dirinya mulai berani tampil ditengah kerumunan orang banyak.

Mulai dari acara resmi di sekolah, panggung besar hajatan warga hingga rekaman album khusus secara terus menerus dijalani warga Desa Buntu Karau, Kecamatan Juai ini. “Awal bernyanyi dihadapan orang banyak, saat diminta mengisi acara perpisahan sekolah,’’ ujar alumni Akademi Yapkesbi Banjarbaru ini saat mengobrol santai dengan penulis.

BACA JUGA: Tak Ingin Terlupakan, Seniman Balangan Gelar Tribute to Pak Awi

Namun dengan berjalannya waktu, menurut Sabrina, dirinya mulai terbiasanya bernyanyi diatas panggung dengan disaksikan orang banyak. Keahliannya dalam tarik suara ini, lanjut dia, bukan tanpa rintangan atau didapat tanpa usaha. Namun lewat, semangat yang tinggi, latihan rutin dan dukungan keluarga maka dirinya bisa seperti saat ini.

Meski awal-awal, menurut dara yang bisa memainkan gitar dan piano ini, mendapat larangan dari orang tuanya saat mengeluti dunia seni tarik suara tersebut, namun akhirnya dukungan dari kedua orang tua dan keluarga didapatnya berkat banyak hal positif yang diraih melalui seni suara ini.

“Tapi sampai saat ini, batasan saat tampil bernyanyi dari orang tua masih berlaku yakni, tidak boleh memakai pakaian minim dan menjauhi segala bentuk narkoba,” ungkapnya. Kedua jenis pantangan ini, menurut perempuan berparas ayu ini, menjadi menu wajib yang dijalankannya mulai dulu, sekarang dan akan datang tanpa ada kecuali.

Ditanya kenapa dirinya, menyukai seni tarik suara dibanding seni lainnya. Sabrina menjawab, lewat bernyanyilah dirinya bisa mengeksperisikan dirinya secara total. “Bernyanyi bukan sekedar kesenangan bagi saya, tapi dia adalah panggilan jiwa,’’ ungkapnya dengan mantap.(jejakrekam)

Penulis Gian
Editor Fahriza
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time