Dirgahayu

Dilaporkan Nasrullah ke Bawaslu, Syaifullah Tamliha : Jeruk Makan Jeruk!

CALON anggota DPR RI dari PPP  Syaifullah Tamliha menghadiri undangan klarifikasi dugaan politik uang oleh  Bawaslu Kalsel, Minggu (12/5/2019). Syaifullah Tamliha yang juga Ketua DPP PPP ini diminta klarifkasi laporandugaan politik uang di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Paramasan, Kabupaten Banjar.

LAPORAN ini sendiri justru berasal dari koleganya sesama caleg PPP, Nasrullah AR yang memposting soal itu di akun facebooknya. Usai dicecar beberapa pertanyaan oleh Bawaslu Kalsel,  Syaifullah keluar dari ruangan.

Dia mengaku hanya fokus berkampanye di wilayah Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Tabalong dan sebagian Batola dengan cara berkeliling ke tempat yang difokuskan kampanye.

“Saya tidak pernah berkampanye di Desa Pangambau di Kecamatan Haruyan, Kabupaten HST,” ucap Syaifullah kepada awak media di Kantor Bawaslu Kalsel, Jalan RE Martadinata, Banjarmasin.

BACA : Nasrullah AR Bacaleg PPP Nomor 1, Syaifullah : Sebagai Petahana, Saya Yakin Terpilih

Menurut dia, dalam proses klarifikasi, Bawaslu Kalsel menanyakan soal kampanye, tentunya pengawas pemilu itu sudah punya data bersama polisi setempat melalui surat izin pemberitahuan kampanye.

Dari bukti seperti contoh surat suara dan uang senilai Rp 20 ribu melalui akun facebook Nasrullah AR, Syaifullah malah mengakui telah memberikan contoh kertas suara ke masyarakat. Sementara yang dituduhkan dengan bukti berisi uang , Syaifullah membantah.”Saya kan bukan anggota DPR yang PKS, alias politisi kemarin sore,” katanya.

BACA JUGA : PPP Targetkan Tiga Besar di Tingkat Nasional dan di Kalsel pada Pemilu 2019

Ia menjelaskan, setiap reses memang tidak boleh membagi alat peraga kampanye (APK), tetapi dipersilakan membagi duit kepada konstituen, lantaran hak sebagai peserta reses. “Terkecuali jika berkampanye. Ini tentu tidak boleh membagi duit yang berakibat pada money politics,” ujar Syaifullah.

Mantan Sekretaris DPW PPP Kalsel ini menyebut  dalam laporan Nasrullah ke Bawaslu Kalsel, disebutkan dirinya melakukan politik uang pada masa tenang. Padahal, saat itu, Syaifullah mengaku tengah berada di Jakarta menjalankan tugas sebagai anggota Komisi I DPR RI dan tidak memiliki tim kampanye.

“Jadi, saya tegaskan tidak ada orang-orang yang membagi duit. Saya mencalonkan kembali ini lantaran bermodalkan kapasitas, kapabilitas dan integritas,” ucapnya.

BACA LAGI : Siapa yang Melenggang ke Senayan Mewakili Kalsel di Pemilu 2019, Ini Prediksinya!

Syaifullah mengaku sudah lama melihat Nasrullah sering memposting baliho robek yang seolah-olah diakibatkan oleh dirinya atau pendukungnya. “Baliho saya pun juga sering dirobek orang. Itu sudah menjadi risiko jika kita membuat baliho. Ikhlaskan saja. Tak perlu menuduh orang,” katanya.

Syaifullah mengaku belum berpikir mengadukan yang bersangkutan terkait pencemaran nama baiknya dengan pasal ITE. Selain itu, Syaifullah tak ingin membuang banyak energi yang dirasa tidak perlu. “Apalagi sesama partai. Saya kan dari partai Islam, masya perilaku saya memfitnah orang dengan melaporkan ke Bawaslu,” katanya.

Dia juga menyayangkan, masih ada orang diinternal partai sendiri dengan menjatuhkan orang lain dengan cara memfitnah. “Itu namanya jeruk makan jeruk,” ucap Syaifullah.

Atas hal ini, dirinya akan segera mengusulkan rapat DPP PPP di Jakarta. Jika itu merusak citra dan martabat partai, maka dipastikan Nasrullah AR dipecat sesuai AD/ART. “Jadi jangan asal karang,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS