Di Hadapan Relawan 02 Kalsel, Sandi Ungkap Ada 73 Ribu Kecurangan

MERAIH suara lebih 64 persen mengungguli rival terberat petahana, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 di Kalimantan Selatan, Cawapres Sandiaga Uno pun menyambangi para pengurus Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Kalsel dan relawan di Kantor DPD Partai Gerindra Kalsel, Jalan Achmad Yani Km 12,5, Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (11/5/2019).

MANTAN Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berterima kasih atas perjuangan relawan, terutama emak-emak, dan meminta relawan mengawal rekapitulasi suara di Pilpres 2019.

“Alhamdulillah kita mendapatkan kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan, Prabowo-Sandi mendapat perolehan suara lebih dari 60 persen di Kalsel, ini hal ini patut kami syukuri bahwa masyrakat kalsel meninginkan perubahan,” ucap Sandiaga Uno.

BACA : Usai Pilpres 2019, Relawan Prabowo-Sandiaga Tetap Eksis di Perpolitikan Daerah

Menurut dia, perubahan yang diinginkan masyarakat seperti membaiknya harga komuditas unggulan Kalsel, karet dan kelapa sawit serta harga barang pokok kebutuhan rumah tangga yang harus terjaga.

“Para milenial menginginkan lapangan kerja diciptakan. Apalagi, Kalsel memiliki begitu banyak potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia bisa di kelola jika memiliki kebijakan ekonomi dan industrialisasi yang lebih baik ke depan,” papar Sandi.

Dia menyampaikan salam hormat dari Capres Prabowo Subianto kepada relawan dan kader Koalisi Indonesia Adil Makmur khususnya di Kalsel dan meminta untuk terus mengawal suara.

“Pekerjaan kita belum selesai. Kita akan terus mengawal suara rakyat sekaligus melaporkan jika terjadi kecurangan,” ujar Sandi.

Pengusaha muda ini menyebut Pemilu 2019 bukan perkara siapa yang menang dan siapa yang kalah, tapi proses demokrasi yang harus berlandaskan kejujuran dan keadilan.

“Per hari ini banyak laporan dari relawan di seluruh wilayah di Indonesia. Mudahan ada waktu sampai 22 Mei oleh penyelenggara Pemilu baik Bawaslu dan KPU untuk mengoreksi ini semua,” terang sandi.

Ia mengklaim kecurangan yang dikumpulkan BPN lebih dari 73.000 kecurangan. Termasuk salah input dan 6,3 juta para pemilih yang tidak memiliki kesempatan menyalurkan suara.

“Yang menjadi pegangan adalah konsolidasi (rekapitulasi suara) secara manual, ini yang akan kita kawal terus,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS