Dibanding Patung, Antropolog ULM Saran Ketokohan Ansari Saleh Dibikin Diorama

ANTROPOLOG Universitas Lambung Mangkurat Nasrullah meminta agar rencana pembuatan patung setengah badan Dr H Moch Ansari Saleh yang mengenang dedikasinya atas dunia kesehatan di Kalimantan Selatan perlu dipikirkan secara kritis.

NASRULLAH mengapresiasi rencana Direktur RSUD Moch Ansari Saleh, Dr Izzak Zoelkarnain Akbar untuk mengusulkan kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyetujui pembuatan patung setengah badan seperti yang dilakukan pihak RSUD Dr Soetomo Surabaya.

“Sebenarnya, ada berbagai pertimbangan yang harus dipikirkan pihak rumah sakit sebelum mewujudkan penghargaan terhadap ketokohan Dr H Moch Ansari Saleh,” ucap Nasrullah kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Jumat (10/5/2019).

BACA : Kenang Dr H Moch Ansari Saleh Direncanakan Bikin Patung Setengah Badan

Menurut dia, yang pertama adalahpatung manusia tidak secara kuat mengembalikan sosial memori terhadap sosok tokoh bersangkutan. Nasrullah berpendapat orang akan melihat sosok tokoh secara fisik dan namanya saja. “Bukankah nama rumah sakit sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mengenang beliau,” kata Nasrullah.

Kedua, menurut dosen prodi sosiologi-antropologi FKIP ULM ini, patung entah manusia atau patung binatang lebih tepat untuk kepentingan estetis atau dunia wisata untuk menandai kekhasan suatu tempat.

“Ketiga, polemik akan semakin muncul jika patung tersebut dibuat dengan biaya mahal. Opini publik pasti akan melakukan komparasi, dibanding membuat patung bukankah lebih baik membuat ruang pelayanan pasien untuk semakin nyaman,” beber Nasrullah.

BACA JUGA : Mengimpikan Dokter yang Membangkitkan Asa Pasien

Keempat, menurut dia, dirinya pernah beberapa kali menjalani pasien rawat inap di RSUD Dr H Moch Anshari Saleh yang mendapatkan pelayanan ramah.

“Jadi akan lebih baik manajemen rumah sakit ini tidak hanya nama dan membuat patung tapi mengintegrasikan nilai-nilai ketokohan Dr H Moch Anshari Saleh dalam layanan kesehatan. Maka rumah sakit yang bersangkutan akan memiliki karakter khas,” tuturnya.

Kelima, masih menurut Nasrullah, jika memang ingin membuat kenangan tentang tokoh bersangkutan secara fisik perlu dipikirkan alternatif lain.

“Ya, bisa berbentuk diorama berisi narasi tentang dedikasi Dr H Moch Anshari Saleh bagi dunia kesehatan atau bisa juga Moch Anshari Saleh corner. Secara teknis ada ruang khusus berisi peninggalan yang bersangkutan tentang kesehatan atau terdapat tayangan animasi tentang kiprah almarhum,” tutur Nasrullah.

BACA LAGI : Lengkapi Pelayanan, RS Ansari Saleh Segera Siapkan Lima Unit Alat Cuci Darah

Dia juga menyarankan agar pihak rumah sakit bisa  menggandeng beberapa sekolah atau perguruan tinggi sekitar rumah sakit untuk memasukkan muatan lokal tentang kiprah tokoh.

“Jadi, ada transfer ide dan tindakan ketokohan akan terkoneksi secara keilmuan dan ini jelas lebih bermanfaat,” kata alumni S2 Antropologi UGM Yogyakarta ini.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi GS