Reward Puasa Tak Terbatas

SEGALA puji bagi Allah, alhamdulillah, Allah SWT  masih memberikan kesehatan, umur yang panjang dan tentu pemberian iman, sehingga kita dapat mengikuti pelajaran Ramadhan dari hari-hari yang telah dilalui dalam bulan suci ini.

PERLU diketahui bahwa puasa yang kita laksanakan ini adalah semata-mata loyalitas  terhadap perintah Allah, dimana kita hanya fokus ibadah pada Allah, karena sejatinya kita ditakdirkan untuk pasrah mengabdi pada Nya, sebagaimana instruksi Allah yang berbunyi :

Dan katakanlah kepada mereka, Aku tidaklah menciptakan makhluk ghaib, dan manusia kecuali supaya mereka dapat mengenal dan menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Sikap hamba yang rasional ialah memahami atau ma’rifah terhadap eksistensi atau keberadaan Allah, dengan secara sadar menyesuaikan diri terhadap kehendak dan rencanaNya.  Spritualitas Ramadhan bukan saja sebagai kebutuhan terhadap Allah, tetapi  instrument bagi bathin yang berpuasa, agar memiliki kepasrahan nyata kepada Sang Kuasa.

BACA : Ini Lima Tips agar Tubuh Tetap Bugar Walau Berpuasa

Puasa itu, ternyata memiliki efek yang luar biasa dalam hidup kita. Multi fungsi Ramadhan akan kita rasakan, jika kita memaknai dengan ketaatan. Manfaat akan kembali kepada kita, jika puasa dilakukan dengan kesungguhan dan keikhlasan. Hal ini terlukis dalam penggalan ayat 184 surah Al Baqarah, yang berbunyi :

“Dan siapa yang mengerjakan kebaikan melebihi yang diperintahkan   kepadanya, maka, dengan demikian telah melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri, sebab berpuasa adalah berbuah baik bagi diri kalian sendiri, andai kalian mengetahui.”  

Salah satu fadhilah atau keutamaan dan rahasia orang berpuasa ialah diberikan reward tanpa batas, dan hanya Allah yang akan khusus menganugrahkannya. Sungguh sangat privasi sekali orang yang suka berpuasa, sampai-sampai Allah memberikan kejutan special bagi hambanya yang kepincut dengan amaliah Ramadhan.

Bahkan tak tanggung tanggung, Allah sediakan surga melalui pintu VVIV, yakni Arroyan yang bermakna “puas, segar dan tidak haus“. Inilah balasan Allah yang sangat istimewa bagi orang yang berpuasa, sebagaimana Allah SW berfirman dalam hadits Qudsi “ Semua amal anak adam itu untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Puasa itu milik Aku, dan Aku yang akan membalasnya (riwayat Bukhari dan Muslim).

BACA JUGA : Sujud Syukur, Baca Surat Al Fath Tiga Kali dan Berdoa Puasa Sebulan Penuh

Mengapa Allah saja yang membalas orang yang berpuasa, ada beberapa alasan yaitu :

Pertama, puasa itu aman dari sifat riya, sementara amaliah lainnya  sensitif terjangkit riya. Al-Qurtuby berkata, “Ketika amal ibadah yang lain mudah riya, maka puasa memiliki anti riya sebab hanya Allah yang mengetahui. Ibnu Al-Jauzi berkata, seluruh ibadah pasti terlihat amalannya,  dan sedikit sekali yang selamat dari potensi riya, namun  sangat berbeda dengan puasa.

Kedua, adanya ungkapan Allah SWT ‘Aku yang akan membalasnya’, ialah pengetahuan tentang kadar pahala dan pelipatan kebaikannya hanya Allah yang mengetahuinya. Al-Qurtuby berkata, ‘Artinya setiap amalanada kadar pahalanya untuk manusia. Amal dilipatgandakan dari sepuluh sampai tujuh ratus kali, kecuali puasa. Allahlah yang akan memberi pahala tanpa limit.

Nabi SAW mengatakan, “Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Dan ini diperkuat dengan statmen Allah dalam al Quran yang berbunyi : “ Yakni Aku akan memberikan pahala yang banyak tanpa menentukan kadarnya. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesusahan, akan diberi balasan penuh melampuai segala perhitungan” (QS. Az-Zumar: 10)

Ketiga,  makna ungkapan ‘Puasa untuk-Ku’, dimaksudkan puasa termasuk ibadah yang paling di cintai dan paling mulia di sisi Allah. Puasa adalah amal yang tidak ada yang menyamainya, sebagaimana Nabi bersabda “Hendaklah kalian berpuasa, karena tidak ada yang menyamainya.” (HR Nasai)

BACA LAGI :  Anda Puasa Sunah Syawal, Ini Masjid-Masjid di Banjarmasin yang Menyediakan Buka Puasa Bersama

Keempat, sesungguhnya Allah telah mengkhususkan puasa dari amalan-amalan lainnya, karena keutamaan puasa memiliki ciri khas yakni cinta, dan keikhlasan.  Oleh karena itu (Allah) berfirman, dalam hadits qudsi memuji hambanya karena telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena diri-Nya. (yad’u syahwatahu wa tha’amahu).

Pada hari kiamat Allah akan menghisab hamba-Nya, dengan mengembalikan tanggungan dari kezalimannya dari seluruh amalnya. Sampai ketika tidak tersisa kecuali puasa. Maka Allahlah yang akan menanggung sisa kezaliman dan dia dimasukkan surga karena puasanya, seperti pendapat seorang ulama salaf  Sofyan bin Uyainah.(jejakrekam)

Penulis adalah Ketua Asosiasi Dai Banua

Pengasuh Ponpes Wali Songo Banjarbaru