Ramadhan dan Perbaikan Pelayanan Publik

BULAN Ramadhan merupakan bulan sucinya umat Islam karena di bulan ini banyak berkah dan kebaikan yang di berikan Allah Swt serta pahala yang berlipat ganda.  Meskipun dalam keadaan berpuasa umat muslim di anjurkan untuk memperbanyak ibadah dan aktivitas yang mendatangkan pahala dan keridhoan disisi Allah SWT.

SALAH satu aktivitas yang bernilai ibadah dan mendapatkan pahala di sisi Allah SWT  adalah bekerja keras dan ikhlas sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Terutama, bagi para abdi negara yang juga diambil sumpahnya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat atau dalam istilah sederhananya yaitu melaksanakan amanah dan memberikan pelayanan publik yang baik.

Namun demikian fakta, di lapangan masih berbicara lain,  masih saja kita temui sebagian pegawai negeri sipil (PNS) yang malah menjadikan  ramadhan sebagai “kambing hitam” atas perilaku meningkatnya sifat bermalas-malasan untuk bekerja atau beraktivitas maupun untuk melaksanakan ibadah itu sendiri, seperti datang ke kantor terlambat, pulang lebih cepat ataupun malas melakukan tugas-tugas keseharian termasuk tugas memberikan pelayanan publik yang telah di amanahkan kepadanya.

BACA : Jadi Kalender Nasional, Sudah Lebih 30 Tahun Pasar Wadai Ramadhan Banjarmasin Dihelat

Hal ini tentunya tidak sejalan dengan spirit dan makna dari bulan Ramadhan itu sendiri. Memang saat berpuasa, terkadang kondisi tubuh dinilai tidak akan seperti keadaan normal (seperti dalam keadaan tidak puasa). Namun, hal ini sebenarnya bisa disikapi dengan menjaga pola makan dan kesehatan

Sejumlah temuan di bidang kesehatan juga menyampaikanbahwa dengan berpuasa, tubuh dan sistem kesehatan pencernaan kita malah akan jauh lebih baik dan sistem imun atau kekebalan tubuh dari penyakit akan lebih meningkat daripada biasanya.

Terlepas dari hal demikian, yang menjadi catatan penting dan sorotan kita bersama adalah pengaruh puasa terhadap kinerja pelayanan publik aparatur pemerintah kepada masyarakat. Seharusnya dengan puasa banyak hal-hal bermanfaat yang dapat terjadi dalam perbaikan pelayanan publik di Indonesia bahkan semestinya semangat memberikan pelayanan publik tidak malah merosot tapi lebih meningkat tajam dari hari hari biasa.

Momentum bulan puasa ini banyak pola aktivitas kehidupan kita yang mulai didisiplinkan mulai dari shalat berjamaah, tadarus, dzikir dan sahur hingga berbuka. Sedangkan kedisiplinan dalam segi pekerjaan seperti datang tepat waktu, tidak keluyuran saat bekerja, menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan teratur serta jauh dari perbuatan yang sia-sia.

BACA JUGA : Ini Lima Tips agar Tubuh Tetap Bugar Walau Berpuasa

Jadi, harusnya di bulan Ramadhan pekerjaan lebih bisa produktif, terlebih lagi dari segi sikap pelayanan kepada masyarakat, Bulan Ramadhan seyogyanya menjadi momentum penting untuk menghapuskan perilaku koruptif dan maladministratif seperti : diskriminasi, pungutan liar, tidak memberikan pelayanan secara patut, sewenang-wenang, sikap pelayanan yang tidak ramah dan perilaku maladministrasi lainnya

BACA LAGI : Sujud Syukur, Baca Surat Al Fath Tiga Kali dan Berdoa Puasa Sebulan Penuh

Ramadhan adalah bulan kontemplasi dari hal-hal yang belum baik selama ini yang pernah kita kerjakan. Semangat Ramadhan hendaknya juga menumbuhkan sikap peduli sesama, saling menjaga dan menghormati dan terlebih lagi tulus dalam melayani negeri

Untuk itu, penting adanya perbaikan pemahaman terhadap esensi bulan Ramadhan oleh aparatur pemerintah termasuk penyelenggara pelayanan publik sehingga juga ke depannya berkontribusi terhadap perbaikan pelayanan publik kita.(jejakrekam)

Penulis Kepala Keasistenan Bidang pencegahan Ombudsman RI Kalsel

.