Mau Takwa Ya Berpuasa

MENJADI hamba yang bertakwa tidaklah mudah, perlu mujahadah, dan riyadah. Tanpa itu sulit kita mendaki puncak takwa. Mujahadah ialah kesungguhan, tekad yang kuat, diberangi istiqamah dalam amal. Sementara riyadah ialah latihan dan komitmen melakukan ritual amal Ramadhan.

UNTUK mencapai itu, diperlukan kesadaran tinggi bahwa dia perlu Tuhan dalam kehidupan. Kesadaran kebertuhanan atau god counsiunes, inti dalam takwa. Tidak salah jika Muhammad Asad dalam the Message of the Quran menafsirkan kata takwa adalah dengan kesadaran, seperti yang tertara dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi :

“ Wahai orang – orang telah meraih iman, puasa itu diwajibkan atas kalian sebagaimana ia diwajibakan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian senantiasa sadar akan Allah.”

BACA : Akhiri Syaban dengan Ziarah Kubur, Ketua MUI Kalsel : Bisa Lembutkan Hati dan Ingat Mati

Apa sebenarnya tujuan puasa, minimal ada tiga kenapa kita diperintahkan berpuasa, yakni, pertama memperingati permulaan turunnya Alquran yang terjadi pada bulan Ramadhan sekitar 13 tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Hal ini tergambar pada ayat 185 surah Al Baqarah yakni berbunyi :

“ Pada bulan Ramadhanlah Alquran (pertama kali) diturunkan sebagai sebuah petunjuk bagi manusia dan sebuah bukti yang sangat jelas  dan sebagai ukuran untuk menbedakan yang benar dari yang salah” 

Kedua, ialah memberikan latihan pengendalian yang ketat, dimana orang berpuasa dibentengi dari berbagai aktifitas yang merusak kualitas puasa, dan memperkaya kalbu dengan riyadah Ramadhan

Ketiga, membuat setiap orang menyadari melalui pengalamannya sendiri, bagaimana rasanya lapar dan haus, sehingga benar benar memahami kebutuhan orang miskin. Artinya, puasa memancarkan kepedulian dan empati terhadap sesama, membuang egoisme pribadi, hidup berbaur rasa dengan tak punya. Inilah indahnya kesalehan sosial sebagai manisfestasi ketaatan pada sang maha Kuasa, yang transcendental.

BACA JUGA : Sujud Syukur, Baca Surat Al Fath Tiga Kali dan Berdoa Puasa Sebulan Penuh

Mari ikuti riyadah (latihan) Ramadhan dengan kesungguhan, agar visi takwa dapat menjadi realita dalam jiwa dan tingkah kita, sehingga kita akan mulus menjadi orang yang bahagia, dan kelak masuk surga, bersama Nabi Muhammad SAW, sang Baginda.

Apa manfaat takwa, banyak Alquran bercerita efek dari manusia yang menyandang takwa, diantaranya : akan diberikan jalan solusi dari setiap kesulitan, rezeki tidak disangka-sangka, hidup dalam kebahagiaan, berkah yang turun dari langit dan bumi, reward atau ganjaran surga.

Puasa juga sebagai perisai dari tipu daya setan, mensucikan semua kekufuran dan aib serta menjadi kekasih Allah, syarat diterimanya amal manusia, salah satu sebab memperoleh kemuliaan, media untuk mendapat bimbingan Allah, penyelamat dari siksaan, terbukanya ilmu pengetahuan, dan fadhilah lainnya.  Jadi, mau mendapat keistimewaan takwa, ya puasa!.(jejakrekam)

Penulis adalah Ketua Asosiasi Dai Banua, dari Ponpes Wali Songo Banjarbaru

Pemerhati Komunikasi dan Keagamaan