Dirgahayu

PKBM Baimbai Diresmikan, Walikota Ibnu Sina : Bisa Asah Keterampilan Penyandang Disabilitas

DIBINA Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, kini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Baimbai di Jalan Kuin Selatan, tepatnya di Gang 315 diresmikan Walikota Ibnu Sina sebagai wadah pendidikan bagi penyandang disablitas. Namun, PKBM Baimbai juga terbuka bagi masyarakat umum lainnya.

USAI memotong pita warna merah maron di depan pintu masuk PKBM Baimbai, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan wadah pendidikan ini tentu berbeda dengan fasilitas serupa, karena dibantu Pemkot Banjarmasin, Forum Kota Sehat dan Sahabat Disabilitas.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menyebut, PKBM ini bakal menjadi pusat kegiatan masyarakat untuk beraktivitas, bukan hanya bidang pendidikan tetapi juga kegiatan seperti keterampilan dan wira usaha baru (WUB) yang bisa disinergikan.

BACA : Gang 315 dan Gang Tentram Dibidik Jadi Kampung Inklusi Edukasi Internasional

“Jadi, saya kira ini sangat menunjang. Ketika mereka ingin berlanjut menjalani ujian, seperti mengejar paket A, B dan C bisa terpenuhi dan keterampilan pun juga turut diasah,” ucap Walikota Ibnu Sina.

Sementara itu, staf Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) Fatum Ade menyatakan peresmian PKBM Baimbai sebagai sebuah wadah inklusi bagi penyandang difabel maupun non difabel. Kemudian, beber dia, jika ada persoalan pendidikan bagi yang putus sekolah, mereka bisa ikut terlibat untuk mendapatkan ijazah dengan menjalani proses belajar mengajar yang berkesinambungan.

“Jadi teman-teman yang putus sekolah, mereka bisa ke sini. Namun, kita cari yang dekat sini. Jika ada teman difabel tak nyaman di tempat lain bisa ke sini. Masyarakat non difabel pun juga bisa,” ujar Ade.

BACA JUGA : Ingin Menyeluruh, Pemkot Banjarmasin Bangun Kampung Inklusi

Selain itu, PKBM ini dinilai Ade, turut mewadahi ekonomi kreatif melalui kerjasama dengan Wira Usaha Baru (WUB). Nah, mengenai fasilitas pendidikan ini, Ade menyebut telah mendapat sumbangan berupa barang dari bank sampah.

“Tadi dapat sumbangan LCD, meja, papan tulis, soundsystem, pengeras suara, alat tulis. Itu murni dari sedekah bank sampah,” pungkasnya.

Setali tiga uang, Direktur Bank Sampah Fathurrahman menyatakan bantuan yang diserahkan untuk PKBM ini didapat dari terkumpulnya hampir 4 ton sampah dari sumbangan pemkot, sekolah, hotel maupun kantor. “Setelah diproses pemilahan kemudian dijual hingga mendapatkan nilai Rp 6,5 juta,” katanya.

BACA LAGI : PJU Mati, Sampah, Parkir Liar Hingga Pelayanan Kesehatan Waria Disorot LK3

Menurut Ketua Forum Kota Sehat Banjarmasin ini, sampah yang dibuang tentu memiliki nilai. Namun, jika barang-barang itu belum dibuang, belum bisa menjadi sampah.

“Perlu diketahui, untuk Banjarmasin memiliki 43 jenis sampah yang bisa dijual. Di antaranya, plastik, kertas, logam dan alumunium. Nah, jika dibuang jadi masalah. Makanya dikumpulkan hingga menjadi berkah,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS