Gusur Golkar, Posisi Ketua DPRD Banjarbaru Bakal Diisi Kader Gerindra

PETA politik dan komposisi 30 anggota DPRD Kota Banjarbaru hasil Pemilu 2019 mengalami perubahan besar. Partai Gerindra dipastikan meraih 6 kursi. Parpol besutan Prabowo Subianto ini berhak untuk posisi Ketua DPRD Kota Banjarbaru dan menggusur dominasi Partai Golkar selama ini.

SEKRETARIS DPC Partai Gerindra Kota Banjarbaru Neni Hedriyawati menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas raihan kursi DPRD yang di pemilu 2019 ini. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari kerja keras tim dan kepercayaan masyarakat.

“Alhamdulillah perolehan suara dan kursi kami berdasarkan perhitungan sementara sebanyak enam kursi di DPRD Kota Banjarbaru,” ucap Neni Hedriyawati kepada jejakrekam.com di Banjarbaru, Selasa (30/4/2019).

BACA : Kasus Korupsi Pasar Ulin Banjarbaru Membuat DPRD Hati-Hati Dalam Menyetujui Anggaran

Perolehan kursi Partai Gerindra meningkat tajam itu diungkapkan Neni Hendriyawati, sangat membuka peluang bagi kadernya untuk mengisi posisi Ketua DPRD Kota Banjarbaru. “Insya Allah, Ketua DPRD Kota Banjarbaru akan diisi kader Partai Gerindra,” ujar Neni.

Perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2019 ini hanya 5 kursi. Terpaut kalah satu kursi dengan Partai Gerindra, sehingga peta politik dan komposisi wakil rakyat di DPRD periode 2019-2024, dipastikan berubah. Sebab, selama ini selalu didominasi Partai Golkar.

BACA JUGA : Pemilu Banjarbaru, Tak Ada yang Baru

Terpisah, Ketua DPD PAN Banjarbaru Emi Lasari tidak memungkiri fenomena perolehan kursi Partai Gerindra di DPRD Banjarbaru, melonjak naik. Hal itu, menurutnya, tidak terlepas dari efek Pilpres 2019, karena di Banjarbaru dan Kalsel dimenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Jadi, perolehan parpol yang mendapat efek dan diuntungkan, karena Gerindra merupakan parpol pengusung presiden. Hal ini seperti fenomena Partai Demokrat saat SBY calon presiden di Pilpres 2009 lalu,” ucapnya.

Emi menyatakan, pada pemilu 2019 antusiasme masyarakat lebih besar ke Pilpres 2019, sedangkan antusiasme untuk Pileg  lebih kecil bahkan terkesan terabaikan.

“Pileg kali ini memang paling semrawut di antara pesta demokrasi sebelumnya. Hal itu karena berbarengan dengan Pilpres dan banyak hal yang secara teknis menjadi kelemahan,”pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS