Dee, Novelis Supernova Berbagi Tips agar Karya Bisa Melejit

PENULIS beken, Dewi ‘Dee’ Lestari kembali hadir menyapa puluhan penggemarnya di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalsel, Jalan Achmad Yani Km 6, Banjarmasin Senin (29/4/2019).

NOVELIS dengan karyanya yang laris manis di pasaran seperti Supernova dan Filosofi Kopi ini memanfaatkan waktu senggang dalam dunia kepenulisan untuk berbagi proses kreatif kepenulisan kepada penggemarnya.

Dee berbagi cerita tentang karya yang dia telurkan serta memberikan saran untuk penulis lokal di Banua agar karyanya melejit. Menurut Dee, salah satu aspek paling penting agar motivasi dan kemampuan kepenulisan bisa terbangun  adalah menjaga konsistensi dalam berkarya. Salah satunya adalah terus menulis dan memperkaya cakrawala tulisan dengan membaca dan berdiskusi.

BACA : Terinspirasi Kehidupan Banjar Hulu, Si Pilanggur pun Masuk Deretan Sastra Rancage

“Menulis itu gampang-gampang sulit, dan butuh teknik dan kecapakapan. Harus diujicoba terus, walau di atas kertas. Harus banyak jam terbang,” ujar Dee di sela diskusi kepada awak media.

Menurut Dee lagi, sikap konsisten dalam berkarya ini akan memancing ide-ide kreatif untuk menulis serta melahirkan karya yang oke. Dee mengungkapkan dalam sehari setidaknya ada lima jam waktu disisihkan hanya untuk menulis.

“Bahkan kalau buku saya hampir rampung, saya minta waktu dengan suami dan anak untuk menginap sehari semalam di hotel hanya untuk menulis, jeda ketika makan dan buang air kecil saja,” cerita Dee.

BACA JUGA : Cara Menulis Terbaik adalah Membaca, SDD Sarankan Terus Ikuti Perkembangan Bahasa

Berkat ketekunan dan kekonsistenan, Dee sudah merilis 11 karya novel dan cerpen, bahkan lima karyanya diangkat ke layar lebar seperti Perahu Kertas & Perahu Kertas II, Rectoverso, Filosofi Kopi dan Filosofi Kopi II.

Dee membocorkan rahasia karya yang sedang digarapnya, yakni buku non fiksi yang membongkar habis tips dan cara kepenulisan. “Saya sedang garap buku non-fiksi Di Balik Tirai Aroma Karsa. Sebenarnya sudah kelar ditulis tapi menunggu cetak. Di sana semua ujicoba penulisan saya diceritakan. Biasanya berbagi tips nulis lewat talkshow, sekarang coba yang terstruktur lewat buku,” tandasnya.

BACA LAGI : Eka Kurniawan: “Sastra Global Mestinya Tidak Melulu Berbahasa Inggris”

Sementara  itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan kehadiran Dee menambah daftar panjang penulis nasional yang hadir ke Kalsel. Sebelumnya, ada sastrawan Eka Kurniawan dan Faisal Oddang yang bertandang ke Perpustakaan ‘Pal Anam’.

“Kehadiran penulis ini mendorong minat untuk meningkatkan daya literasi masyarakat. Sekaligus memotivasi penulis lokal agar bisa berkembang,” ujarnya.

Ia menjanjikan kedepannya ajang meet and greet bersama penulis akan tetap terus dilanjutkan. “Siapa yang akan ke depan? Masih bunda rahasiakan,” tutup Nurliani sambil tersenyum.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS