ACT

Awal Ramadhan 1440 H Ditentukan Sidang Isbat 5 Mei Nanti

237

SIDANG isbat untuk menentukan awal Ramadhan 1440 Hijriyah akan digelar pada Minggu (5/5/2019) sore. Sidang untuk menetapkan dimulainya kewajiban berpuasa bagi umat Islam di Indonesia ini berdasar hasil pengamatan hilal atau bulan sabit muda pertama yang akan dilihat saat terjadinya konjungsi saat matahari terbenam di hari terakhir bulan, terutama bulan Syaban.

“SEBELUM menetapkan awal Ramadhan 1440 Hijriyah dipastikan akan digelar sidang isbat pada Minggu, 5 Mei 2019 nanti. Semua data hasil pengamatan hilal atau bulan sabit muda akan dikumpulkan dari seluruh wilayah pengamatan di Indonesia,” ucap Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel Noor Fahmi kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Jumat (26/4/2019).

Menurut Noor Fahmi, untuk lokasi pengamatan hilal atau rukyatul hilal sama seperti tahun-tahun sebelumnya berada di puncak Gedung Bank Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat. Di tempat ini akan disediakan teleskop dan teropong untuk keperluan rukyatul hilal.

BACA : Tetapkan Awal Ramadhan 6 Mei, Muhammadiyah : Perbanyaklah Ibadah Jangan Pergi ke Mall

“Pengamatan hilal juga digelar pada Minggu, 5 Mei nanti. Hal ini sudah biasa dilakukan baik menentukan awal Ramadhan, akhir Ramadhan atau datangnya bulan Syawal untuk menentukan Idul Fitri serta Idul Adha yang diputuskan lewat sidang isbat,” tutur Noor Fahmi.

Ia tak menyoal soal keputusan Muhammadiyah yang menerapkan metode hisab atau perhitungan secara matematis dan astronomis dalam menentukan posisi bulan untuk dimulainya awal bulan dalam kalender Hijriyah. Ormas Islam itu telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Mei 2019 nanti.

“Ya, semoga saja 1 Ramadhan 1440 Hijriyah bisa diputuskan pada sidang isbat sama dengan yang telah ditetapkan dan diumumkan Muhammadiyah,” kata Noor Fahmi.

BACA JUGA : Yang Pasti NU Tetap Utamakan Metode Rukyatul Hilal

Dia mengungkapkan jika nantinya dalam sidang isbat telah memutuskan dan menetapkan berdasar hasil rukyatul hilal pada 6 Mei 2019 merupakan 1 Ramadhan 1440 Hijriyah, berarti telah dimulai dengan digelarnya shalat Tarawih.

“Sebaliknya, jika hasil rukyatul hilal juga tidak tampak pada 5 Mei nanti, berarti 1 Ramadhan atau awal puasa jatuh pada 7 Mei 2019, karena menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari. Sebab, pada 5 Mei nanti bertepatan dengan 29 Syaban 1440 Hijriyah,” tutur Noor Fahmi.

Meski begitu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel ini mengatakan dengan pengamatan cuaca yang terjadi belakangan ini, hampir bisa dipastikan hilal akan terlihat pada kegiatan rukyatul hilal pada 5 Mei nanti.

“Ya, jika mengacu pada perhitungan atau hisab yang dipakai Muhammadiyah, tinggi hilal pada 5 Mei nanti sudah mencapai lima derajat di atas ufuk. Semoga saja, saat rukyatul hilal nanti bisa terlihat, karena semua ormas Islam akan diikutkan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel dalam kegiatan tersebut,” bebernya.

BACA LAGI : Syakban Berpotensi Digenapkan 30 Hari, Awal Ramadhan Diprediksi Kamis 17 Mei 2018

Noor Fahmi pun mengajak kedatangan bulan suci Ramadhan ini harus diisi dengan rangkaian ibadah, karena berdasar Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 ditegaskan penetapan awal Ramadhan berdasar sidang isbat.

“Kami berharap datangnya bulan suci Ramadhan ini bisa menjadi momentum merajut kebersamaan umat Islam di Indonesia, usai melaksanakan Pilpres dan Pileg 2019, setelah terjadi perbedaan pilihan sebelumnya. Mari kita isi dengan ibadah puasa yang khusyuk dan dipenuhi rasa toleransi,” papar Fahmi.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.