Dirgahayu

Komputer Kurang, Terpaksa Siswa SMPN 1 Mandastana Gantian Ikuti UNBK

JARINGAN internet yang merambah hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan dengan kabel optik maupun BTS, turut memudahkan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Namun, persoalan yang dihadapi adalah ketersedian perangkat ujian seperti komputer.

HAL ini terlihat di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Utara. Syaiful, Kepala Bagian Tata Usaha SMPN 1 Mandastana mengakui untuk jaringan internet dalam menopang pelaksanaan UNBK 2019 tidak ada masalah.

“Kendala yang kami hadapi hanya kurangnya komputer. Jadi, terpaksa siswa kelas IX SMPN 1 Mandastana  harus bergantian, karena jumlah komputer tak mencukupi,” ucap Syaiful kepada jejakrekam.com, Rabu (24/4/2019).

BACA : Kekurangan Komputer, UNBK di SMPN 1 Palangka Raya Dibagi Jadi 3 Sesi  

Untuk hari ketiga UNBK untuk mata pelajaran bahasa Inggris, tercatat ada 103 siswa yang mengikuti UNBK. Sedangkan, jumlah komputer yang tersedia di sekolah di Jalan Trans Kalimantan, hanya puluhan unt.

“Jadi, selama pelaksanaan UNBK ini, para siswa terpaksa harus bergantian. Memang, ujian dibagi dalam tiga sesi seperti yang dilaksanakan sekolah lain,” tutur Syaiful.

Dia berharap untuk UNBK tahun depan, unit komputer yang digunakan siswa bisa terpenuhi, sehingga tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan ujian akhir tersebut.

“Semoga ada perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Batola. Bagaimana pun, pelaksanaan UNBK ini sangat tergantung dengan ketersediaan komputer dan jaringan internet,” ucap Syaiful.

BACA JUGA : Tiga SMP Tertunda Laksanakan UNBK karena Gangguan Akses Internet

Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batola Sumarji belum didapat keterangan terkait kurangnya unit komputer di beberapa sekolah yang melaksanakan UNBK tahun ajaran 2018/2019.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS