ACT

Terpaksa Tadah Hujan, 6 Hari Pasokan Air Leding PDAM Intan Banjar Mati Total

0 303

AISYAH, warga Sungai Tabuk terpaksa harus menggayung air hujan yang ditampung dalam ember besar. Hampir sepekan air leding tak mengalir ke rumahnya, gara-gara kebocoran pipa distribusi PDAM Intan Banjar. Dampaknya, ribuan warga di tiga kecamatan di Kabupaten Banjar mengalami krisis air bersih.

PIPA milik perusahaan daerah milik Pemkab Banjar berdiameter 500 mm untuk pasokan air bagi 9 ribu pelannggannya, mengalami kebocoran. Untuk proses perbaikan pun, masih terkendala akibat cuaca yang makin tak menentu di lapangan.

Tiga kecamatan yang terdampak adalah Sungai Tabuk, Kertak Hanyar dan Gambut. Warga pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Seperti dirasakan Aisyah salah satu pelanggan di Sungai Tabuk. Dirinya mengaku bersama tetangganya dalam enam hari terakhir terpaksa menampung air hujan untuk keperluan mencuci dan mandi.

BACA : Penyertaan Modal Pemprov Kalsel untuk PDAM Intan Banjar Ditagih

“Kami di sini bersama para tetangga terpaksa menadah air hujan. Sedangkan air sumur berwarna keruh dan berbau,” ujar Aisyah kepada jejakrekam.com, Selasa (23/4/2019).

Keluhan tidak mengalirnya pasokan air bersih dari PDAM Intan Banjar ini juga banyak disampaikan para pelanggan di media sosial. Para pelanggan meminta agar pihak PDAM Intan Banjar bekerja lebih profesional dalam mengantisipasi krisis air bersih.

Menanggapi krisis air bersih akibat terhentinya pasokan air bersih yang terjadi selama enam hari terakhir ini PDAM Intan Banjar mengaku berusaha maksimal. Hal itu disampaikan Humas PDAM Intan Banjar Azwar saat dikonfirmasi jejakrekam.com di kantornya di Banjarbaru.

“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak dari kebocoran pipa distribusi air bersih. Kami berusaha semaksimal mungkin perbaikan cepat selesai, tetapi kendala geografis di lapangan agak menghambat kami,” ucapnya.

BACA JUGA : Pipa PDAM Bocor, Ribuan Warga Sungai Tabuk Terancam Krisis Air Bersih

Azwar menyatakan, untuk mencapai titik yang harus diperbaiki pihaknya harus menyiapkan jalan untuk alat berat masuk. Untuk itu pihaknya harus menyiapkan puluhan batang kelapa agar alat berat (exacavator) tidak tenggelam di air rawa yang dalam.

“Kami mohon doa agar pekerjaan cepat selesai. Tetapi, langkah darurat kami juga persiapkan Intake Sungai Tabuk agar beroperasi memasok air bersih mulai besok. Perbaikan diperkirakan butuh waktu empat hari,” tandas Azwar.

Kebocoran pipa distribusi 500 mm terjadi pada Kamis (18/4/2019) lalu di Jalan Gubernur Syarkai, hingga daerah terdampak adalah Wilayah Cabang II, Jalan Pematang, Pemajatan, Jalan Achmad Yani Km 9-12 kiri dan kanan jalan, Aston, Jalan Irigasi, Tatah Cina, Tatah Amuntai, Sungai Tabuk, Jalan Martapura Lama dan sekitarnya.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.