Dirgahayu

Pembongkaran JPO Mitra Plaza Belum Rampung, Potongan Besi Ditumpuk di Trotoar

USAI dipotong dengan las listrik, rangka besi bagian atas jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Mitra Plaza dan kawasan Hotel Swissbell Hotel atau Pasar Pagi, ternyata belum rampung sepenuhnya.

PANTAUAN jejakrekam.com, Minggu (21/4/2019), pemotongan dengan alat las dibantu alat berat yang diturunkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, belum selesai 100 persen. Bahkan, tumpukan rangka besi itu dibiarkan tergeletak di trotoar tepi Jalan Pangeran Antasari.

Tumpukan ini dikeluhkan pengguna jalan, karena menghalangi akses jalan kaki di trotoar. Seperti yang dikatakan Syamsuri. Warga Pasar Pagi ini mengatakan peletakan besi bekas JPO itu sangat mengganggu, terutama bagi dirinya dan pejalan kaki lainnya.

BACA : Digarap Malam Hari, Akhirnya JPO Mitra Plaza Dibongkar

“Gara-gara rangka besi sisa potongan ini ditumpuk sembarangan, kami terpaksa berjalan di bahu jalan, bukan di trotoar,” ucap Syamsuri kepada jejakrekam.com, Minggu (21/4/2019).

Ia mengakui selama JPO itu tidak terpakai lagi, karena sudah puluhan tahun menghubungkan kawasan Pasar Pagi dengan Mitra Plaza, berubah menjadi baliho bando yang digunakan sebuah perusahaan advertising.

“Entah kenapa potongan besi besar ini tak diangkat. Padahal, jelas sangat membahayakan pengguna jalan. Apalagi, lalu lintas di tempat ini sangat padat,” kata Syamsuri.

Pria yang sehari-hari pengojek pangkalan khawatir potongan besi yang berbentuk kubus itu hanya diikati di tiang JPO, sehingga mudah terlepas. “Kalau tidak salah pemilik JPO yang jadi baliho bando bahkan jadi videotron ini milik Budi Neon,” tuturnya.

BACA JUGA : Dari Lima JPO hingga Menyulap Wajah Kelayan Jadi Impian Duet Ibnu-Herman

Sayangnya, saat jejakrekam.com ingin mengkonfirmasi masalah itu, pemilik perusahaan advertising Budi Neon, Johansyah tidak ada di tempat. Kantornya yang berada di samping RSUD Ulin Banjarmasin, Jalan Achmad Yani Km 2, ternyata tengah tutup.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Hermansyah saat dikontak jejakrekam.com, menanyakan masalah itu melempar kewenangan itu berada di tangan Asisten II Bidang Perekonomian Setdakot Banjarmasin, Doyo Pudjadi. Sayangnya, saat dihubungi, nomor ponselnya tak aktif.

BACA LAGI : Gandeng Pengusaha Reklame, Depan Kampus ULM Kayutangi Bakal Dibangun JPO

Sebelumnya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina telah memerintahkan untuk membongkar JPO yang berubah jadi videotron dan baliho bando, karena sudah habis masa izin dan umur ekonomisnya.

Bahkan, Walikota Ibnu Sina sudah melayangkan tiga surat peringatan kepada pemilik JPO tersebut, agar segera membongkar sendiri bangunan rangka besi yang kini tak berfungsi sebagai akses pejalan kaki menuju ke Mitra Plaza atau sebaliknya. Ini seiring dengan makin sepinya pusat perbelanjaan itu, diduga akibat tumbuhnya mall baru, seperti Duta Mall Banjarmasin.(jejakrekam)

 

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS