Menopang Gaza dengan Berbagai Bantuan Kemanusiaan

BERBAGAI program kemanusiaan digaungkan Aksi Cepat Tanggap untuk meredam krisis kemanusiaan di Palestina. Bantuan yang merupakan amanah masyarakat Indonesia itu diimplementasikan ke dalam berbagai program, salah satunya ketahanan pangan. Pada 2019, sejumlah program ketahanan pangan di Palestina, terutama di Jalur Gaza, hadir dalam bentuk Humanity Card, Dapur Umum Indonesia, Indonesia Humanitarian Center, dan Mobile Water Tank.

DI Kota Gaza, ketahanan pangan dikukuhkan dengan berdirinya gudang Indonesia Humanitarian Center. Lebih dari 25 titik penyebaran paket pangan IHC tersebar di berbagai penjuru wilayah Gaza, mulai dari Beit Lahiya dan Beit Hanoun di Gaza Utara,  ke tengah di wilayah Jabalia, Deir Al Balah, dan Kota Gaza, hingga ke wilayah Khan Younis di selatan dan Rafah di perbatasan Mesir.

BACA: ACT Kalsel Ajak Warga Kuatkan Palestina

Indonesia Humanitarian Center di Gaza merupakan pusat bantuan kemanusiaan yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan masyarakat Indonesia untuk Palestina. Keberadaan Indonesia Humanitarian Center Gaza sudah dipersiapkan sejak awal 2019.

“Pembukaan IHC Gaza adalah ikhtiar menyokong ketahanan pangan masyarakat Gaza. Program IHC juga berdampingan dengan program pemenuhan pangan ACT yang sebelumnya sudah berjalan, yaitu Dapur Umum Indonesia dan Humanity Card,” jelas Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Sementara, program ketahanan pangan berupa paket pangan juga didapatkan masyarakat Gaza melalui Humanity Card. Program yang diperuntukkan untuk 5000 keluarga itu dikhususkan bagi penerima manfaat dengan kriteria tertentu, seperti keluarga tanpa kepala keluarga, keluarga dengan kepala keluarga difabel, atau keluarga dengan kepala keluarga Manula.

Selain paket pangan, ketahanan pangan bagi masyarakat Palestina juga didapat dalam bentuk makanan siap santap. Dukungan itu diwujudkan dengan dibukanya program Dapur Umum Indonesia untuk Palestina. Ribuan makanan siap santap telah disediakan bagi penduduk Gaza mulai dari wilayah utara hingga selatan. Di kota Gaza, Dapur Umum Indonesia telah menyapa ribuan warga di puluhan titik, termasuk pasien rumah sakit dan warga yang tinggal di pengungsian.

BACA JUGA: Serangan Roket Menghujani Gaza

Meredam krisis pangan di Gaza juga diperkuat dengan penyediaan sumber air bersih. Sumur air bersih ACT pun tersedia di wilayah Jabalia. Wilayah yang terletak empat kilo meter di sebelah utara Kota Gaza itu menjadi salah satu wilayah pengungsian terbesar.

Sejak 2015, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mewakili masyarakat Indonesia berikhtiar meredam krisis tersebut dengan memasok bantuan air bersih melalui program Mobile Water Tank. Berdasarkan data Global Humanity Response (GHR)–ACT tahun 2018, lebih dari satu juta telah menerima manfaat program ini.(jejakrekam)

Penulis Gina Mardani Cahyaningtyas
Editor Fahriza