Pumpung Kembali Telan Korban, Lima Pendulang Tertimbun Tanah Longsor

LIMA pendulang tradisional di pendulangan intan di Desa Pumpung, Cempaka, Banjarbaru, tertimbun tanah.

KAPOLRES Banjarbaru AKBP Kelana Jaya membenarkan peristiwa longsornya tanah di lokasi pendulangan intan tradisional tersebut. “Informasi sementara ada 5 orang pendulang yang tertimbun longsor. Untuk para korban masih didata petugas di lapangan,” katanya.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani juga membenarkan musibah yang sedang menimpa warganya tersebut. “Tim dari BPBD Banjarbaru bersama Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan telah ke lokasi kejadian,” jelasnya.

BACA : Longsor di Pendulangan Pumpung Telan Satu Korban Jiwa

Nadjmi menyatakan keprihatinannya atas seringnya terjadi longsor di lokasi pendulangan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Untuk itu, Pemkot Banjarbaru berkeinginan agar para pendulang melakukan alih usaha agar pendulang tidak terus terjadi korban tanah longsor.

Diungkap Nadjmi, ada kepercayaan di sebagian masyarakat pendulang bahwa apabila ada korban di pendulangan dianggap tanda-tanda atau simbol akan ada intan besar yang akan ditemukan.

BACA JUGA : Lama Vakum, PT Galuh Cempaka Memulai Lagi Aktivitas Tambangnya

“Kita sebetulnya ingin menjadikan kawasan Pumpung Cempaka sebagai lokasi wisata, bahwa disana pernah ditemukan intan terbesar Trisakti dan lainnya. Tetapi, hingga saat ini kendalanya lahan tersebut adalah milik masyarakat dan belum bisa dibebaskan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Andi Oktaviani