Desa Hajak Buka Jalan Atasi Keterisolasian

PEMBANGUNAN infrastruktur Perdesaan terus dilakukan. Selain membuka akses perekonomian, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.

KEPALA Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Barito Utara, Sariono mengatakan wilayahnya sebagian besarnya ditumbuhi kebun karet dan sebagian sawit yang merupakan usaha masyarakat sekitar. Sedangkan pertanian masih terbatas, terutama padi ladang.

Untuk meningkatkan pertanian, khususnya ladang, baik padi ataupalawija seperti jagung diperlukan akses jalan menuju lahan pertanian. Oleh karena itu, pihaknya telah membuka jalan Desa.

Menurutnya, pembukaan jalan Desa dimulai sejak awal Maret 2019 hingga sekarang, dengan menggunakan dana desa sekitar Rp 1 miliar. Dana sebesar itu, bukan seluruhnya dana desa Hajak, tetapi ada pula dari Malawaken.

Dijelaskannya, untuk pembukaan badan jalan dengan panjang kurang lebih 11 kilometer dan lebar 15 metet Desa Hajak Rp 550 juta dan Malawaken Rp 450 juta, sehingga keseluruhan dialokasikan Rp 1 miliar.

Alokasi anggaran sebesarnya itu memang masih kurang, bila dengan membuat jembatan. sebab saat ini ada sembilan anak sungai yang dilewati. Akan tetapi untuk jembatan nanti akan diusulkan pada pemerintah daerah.

Sebab pembangunan jembatan nantinya sangat diperlukan, apalagi wilayah tersebut akan dibuka pertanian dengan komoditi kebun jagung.

“Untuk saat ini ada satu kelompok tani dimana mempunyai areal kurang lebih seratus hektar, dan ini masuk dalam prioritas dinas pertanian,”kata Sariono.

Ditambahkannya, dengan luasnya lahan tanaman jagung nanti diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Hajak dan Malawaken.

“Tujuan pembukaan jalan salah satunya adalah membuka akses keterisolasian dan meningkatkan perekonomian warga,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Syarbani
Editor Andi Oktaviani