Generasi Milenial Harus Peduli dengan Situasi Politik Bangsa

MUHAMMAD Uhaib As’ad menegaskan, mahasiswa yang merupakan generasi milenial harus tampil membela kebenaran dan sosial cek dalam setiap perubahan situasi politik di negara ini.

HAL itu diungkapkan Uhaib dalam diskusi bertema Menakar Peran Politik Generasi Milenial di Tengah Pusaran Pragmatisme Politik di Rumah Demokrasi, Jalan Pangeran Hidayatullah, Kamis (28/3/2019).

Uhaib mengatakan, banyak orang menaruh harapan kepada generasi milenial sebagai bagian demokrasi bangsa ini, sehingga posisi dan peran politik generasi milenial banyak diharapkan oleh elit-elit politik bagi mereka yang berkompetisi, baik sebagai calon legislatif, calon DPD RI, bahkan juga untuk Pilpres.

“Generasi milenial menjadi arena perebutan karena mereka peran dan posisinya sangat besar secara kuantitatif individu. Untuk itu, petarung-petarung politik mencoba mengakomodasi dalam memberikan dukungan terhadap dinamika perpolitikan saat ini,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, realitas generasi milenial tidak seindah apa yang dibayangkan. “Kalau kita melihat di engah pragmatisme politik, justru serba instan dan terjebak pada apatisme politik yang lebih tertarik pada kehidupan yang bersifat entertaiment yang tidak pada relevansinya dengan dinamika politik,” bebernya.

Ia meyakini, mahasiswa sekarang ini selalu dimanjakan oleh pragmatisme dan kenyamanan dengan peralatan yang ada. Mahasiswa tidak lagi menjadi sebuah gambaran masa depan, seperti membawa buku.

“Saya yakin, dari 10 mahasiswa paling satu yang imajinatif, yang lainnya nonsen semua. Ini akibat mahasiswanya sudah termasuk dalam pusaran yang terperangkap zaman digital, padahal kebebasan kampus sangat luas, tidak seperti zaman orde baru dulu,” ucapnya.

Sukhrowardi mengatakan, mahasiswa merupakan bagian dari demokrasi, masa depan bangsa ada di tangan mereka. “Di Rumah Demokrasi ini, saya menggugah mereka dalam rangka Pemilu agar memilih caleg-caleg yang berkualitas, agar nantinya mempermudah mereka menyampaikan aspirasi, baik itu masalah kesenjangan maupun ketimpangan yang dirasakan mereka selama ini,” ucapnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani