BPK Dilatih Khusus, Danramil Banjarmasin Timur Sarankan Karung Goni Basah Tersedia

TINGGINYA kasus kebakaran terutama di pemukiman padat warga, apalagi kebanyakan rumah berbahan kayu yang mudah terbakar. Kebanyakan penyebab kebakaran dipicu arus pendek listrik atau korsleting, sehingga kewaspadaan patut diutamakan warga.

PESAN ini disampaikan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Gang Baru Jalur 1 dan 2, Kelurahan Kuripan, Jalan Veteran, Senin (25/3/2019).

“Saat meninggalkan rumah, harus berhati-hati. Jangan tinggalkan rumah dalam keadaan kompor hidup. Kemudian, jangan sembarangan menyambung instalasi listrik, karena itu sangat berbahaya,” kata Walikota Ibnu Sina kepada awak media.

BACA : Menilik Empati di Kelayan, Kampung “Langganan” Kebakaran

Selama ini, diakui Ibnu Sina, kebanyakan musibah kebakaran yang terjadi di Banjarmasin, akibat arus pendek listrik. Untuk itu, mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini meminta agar PLN segera mengecek jaringan listrik di kawasan yang sangat rentan dilanda kebakaran.

“Kalau sudah terjadi, tentu banyak korban lagi, lebih baik diantisipasi masalah ini,” ucapnya.

Sementara itu, Danramil 1007-01/Banjarmasin Timur, Mayor Inf Gatot Teguh Waluyo punya tips bagi warga, terutama yang berada di kawasan padat penduduk dan rentan kebakaran dengan menyiapkan tiap rumah karung goni.

BACA JUGA : Kebakaran Hebat Landa Dua RT di Gang Sederhana Kelayan Luar

“Kalau beli alat pemadaman kebakaran ringan (APAR), harganya cukup mahal. Lebih baik sediakan karung goni yang telah dibasahi untuk memadamkan api kecil agar tak menyebar,” kata perwira TNI ini sembari memberi contoh, disaksikan Walikota Ibnu Sina dan anggota DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah.

Menurut dia, dengan hanya berbekal karung goni bekas seharga Rp 3 hingga 5 ribu, jauh lebih efektif karena bisa menutup api agar tak menyebar. “Dalam keadaan basah, karung goni akan menutup udara dan mematikan api. Makanya, kami wajibkan di setiap rumah punya karung goni yang di-standby-kan di  samping rumah,” ucap Gatot.

Sebab, kata Gatot, dengan kondisi pemukiman yang padat serta akses jalan sempit, tentu sangat susah bagi armada pemadam kebakaran untuk dekat ke titik api. “Sebab, butuh waktu bagi armada pemadam kebakaran. Jadi, dengan karung goni basah itu sangat efektif untuk meminalisir potensi kebakaran lebih besar,” ujarnya.

BACA LAGI : 10 KK Kehilangan Tempat Tinggal, Tersisa Puing-Puing Hitam di Gang Baru

Ia juga menyebut jaringan kabel bisa digigit tikus, sehingga berlobang dan bisa memicu gesekan atau korsleting listrik. Gatot pun menyarankan agar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melalui dinas terkait untuk memberi pelatihan kepada para relawan pemadam kebakaran (BPK). Termasuk, memfasilitasi baju anti api.

“Ini demi mencegah jangan sampai ada lagi anggota BPK yang jadi korban saat memadamkan kebakaran. Sekarang, anggota BPK hanya modal nekat, sehingga perlu pelatihan khusus dan diberi pakaian anti api,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS