ACT

Minta Jokowi Selamatkan Meratus, Lebih 1.000 Surat Dibawa ke Jakarta

0 334

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) diminta segera turun tangan untuk menyelamatkan Pegunungan Meratus. Koalisi masyarakat sipil di Kalimantan Selatan, termasuk warga Indonesia yang ada di Taiwan berkirim surat kepada sang presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/3/2019).

RIBUAN surat itu merupakan goresan pena terhimpun dari aksi yang digelar serentak pada Minggu (17/3/2019). Seperti di Taman Dwi Warna Barabai (Kabupaten HST), Siring Menara Pandang (Banjarmasin), Lapangan Dr Murjani (Banjarbaru), Lapangan Dwi Dharma Rantau (Tapin), RTH Kijang Mas Permai Pelaihari (Tanah Laut) dan Taman Hijau Paringin (Balangan), Tanjung Expo Center Mabuun Tanjung (Kabupaten Tabalong) dan Lapangan Pahlawan Amuntai (Kabupaten HSU). Aksi serupa juga digelar di luar Kalsel seperti Asrama Mandastana (Malang), Trotoar depan Gedung Agung Yogyakarta.

Semua surat itu diserahkan Koordinator Serentak Menulis Surat kepada Presiden untuk Selamatkan Meratus, Nursiwan kepada Jefri Raharja dari Walhi Kalsel. Menurut Nusirwan, semua surat itu kumpulan dari aksi serentak pada Minggu (17/3/2019) pagi di beberapa tempat.

“Semua surat itu terkumpul dari aksi di Kalsel, termasuk dari Taiwan, Yogyakarta, Malang dan Balikpapan. Selanjutnya, diserahkan ke Walhi Kalsel untuk dibawa ke Jakarta,” ucap Nusirwan alias Incus dalam siaran persnya diterima jejakrekam.com, Jumat (23/3/2019).

BACA : Masyarakat HST Gelar Istighosah Selamatkan Meratus dari Aktivitas Pertambangan

Dengan berkirim surat ke Presiden Jokowi, Incus berharap asa warga Kalsel agar Pegunungan Meratus diselamatkan bisa didengar dan diatensi orang nomor satu di republic ini. “Sebab, warga Hulu Sungai Tengah, bahkan warga Kalsel menolak tegas pertambangan dan perkebunan sawit. Dampaknya sudah dirasakan banjir saban tahun,” tutur Incus.

Ia menegaskan jika Pegunungan Meratus terus ditambang, dampaknya tak hanya dirasakan di Kalsel, tapi juga provinsi tetangga seperti Kalimantan Timur, karena bentangnya mencapai 650 kilometer melintasi delapan kabupaten yang sudah mengalami kerusakan luar biasa.

“Kerusakan sangat beragam di setiap kabupaten. Ada yang rusak sangat parah, parah hingga setengah parah. Yang tersisa, hanya di Kabupaten HST masih hijau dan asri dengan aliran sungai yang bening dan dingin. Apakah ini akan dirusak juga?” ucap Incus.

BACA JUGA : Selamatkan Meratus Didorong Jadi Isu Internasional

Terlebih lagi, gerakan #savemeratus di Pegunungan Meratus HST juga didukung sepenuhnya koalisi masyarakat sipil di Kalsel, khususnya lagi di Kabupaten HST dari kalangan pemerintahan, DPRD, habaib, ulama, generasi muda, aktivis hingga pencinta alam bersatu menolak pertambangan dan sawit di kawasan itu.

BACA LAGI : Selamatkan Meratus, KAMMI Tagih Suara Gubernur Kalsel

“Sikap tegas menolak itu sudah berkali-kali disuarakan, bukan hanya secara formal, tapi juga dalam gerakan lainnya. Seperti menggugat ke pengadilan, istighosah hingga demonstrasi. Semua bertujuan agar Pegunungan Meratus yang tersisa dengan hutan tropis di HST tetap terjaga dan tak terjamah tambang batubara dan sawit,” tegas Incus.

Dia juga menyindir sikap Pemprov Kalsel yang terkesan tak mau turun tangan dalam menyikapi derasnya aspirasi warga HST, umumnya Banua. “Begitupula, wakil rakyat kita di DPR RI dan DPD RI, terkesan diam. Apalagi, anggota dewan yang ada di DPRD Kalsel, kabupaten dan kota. Makanya, jalan satu-satunya adalah berkirim surat ke Presiden RI di Jakarta,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.