Dirgahayu

Pernyataan Mardani Dinilai BPP 02 Gambarkan Politik Balas Dendam

WAKIL Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Kalimantan Selatan HM Lutfi Saifuddin menilai pernyataan Ketua DPD PDIP Kalsel Mardani H Maming membuktikan adanya politik balas dendam. Ini gara-gara Joko Widodo-Jusuf Kalla kalah dalam Pilpres 2014, sehingga berimbas pada lambatnya pembangunan di Kalimantan Selatan.

“PERNYATAAN yang dilontarkan Ketua DPD PDIP Kalsel Mardani H Maming itu merupakan politik balas dendam. Sepatutnya, ketika salah satu pasangan calon (paslon) memang, tentu semua pembangunan harus merata dan berkeadilan,” ucap Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel HM Lutfi Saifuddin kepada jejakrekam.com, usai mengikuti forum debat antar relawan dan parpol pengusung capres-cawapres nomor urut 01 dan 02 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (20/3/2019).

Bagi Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel ini seharusnya tidak ada lagi kubu-kubuan usai Pilpres 2014 lalu, karena siapa pun yang menang dan kalah tetap memberlakukan sama semua daerah. “Kalau fakta yang diungkapkan saudara Mardani H Maming itu berarti sama saja tidak berkeadilan,” cetus Lutfi.

BACA : Pembangunan Kalsel Lambat, Mardani Sebut Akibat Jokowi Kalah di Pilpres 2014

Menurut Lutfi, penyebab lambannya pembangunan  di Kalsel bukan dipicu kekalahan Jokowi-JK pada Pemilu 2014, sehingga ada kesan kurang bijak. “Bagi kami, itu sama saja ajang politik balas dendam,” ucapnya.

Padahal, beber Lutfi, esensinya pesta demokrasi itu tidak mengenal adanya politik balas dendam, karena setiap yang menang dan kalah harus merangkul. “Apalagi, jika pasangan calon itu menang, tentu pembangunan harus merata, apalagi Kalsek bagian dari bangsa Indonesia, tak peduli menang atau kalah,” cetus Lutfi.

Dia berumpan seandainya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di Kalsel, namun kalah di provinsi tetangga seperti Kalteng, apakah pembangunan di daerah itu tidak digenjot.

“Begitu seharusnya, kita rekonsiliasi karena semua merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang harus dibangun secara adil dan merata,” pungkasnya.

BACA JUGA : Mardani Banggakan Prestasi Jokowi, Rusian Sebut Ekonomi Makin Sulit

Sementara itu, Mardani H Maming hakkul yakin usai debat ini dengan kubu 02, keterpilihan para pemilih pemula terhadap calon petahana, Jokowi akan makin terbuka lebar. Ini berdasar hasil survei yang menyatakan Jokowi-Ma’ruf Amin lebih unggul dibandingkan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 nanti.

Dia mengungkapkan di masa pemerintahannya dan era kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla di Kabupaten Tanah Bumbu, peningkatan kualitas pendidikan sangat terasa ketika biaya sekolah bagi siswa SM dan SMA sederajat di tanggung pemerintah.

“Kebijakan Jokowi ke depan malah akan menanggung biaya kuliah bagi mahasiswa. Ini artinya, kesejahteraan hidup bagi warga yang tak mampu akan terjamin, ketika biaya pendidikan dijamin oleh pemerintah,” ucap Mardani.

BACA LAGI : Sandiaga Uno Datang ke Kalsel, Ada 11 Aspirasi Banua yang Diajukan

Ia mengklaim apa yang selama ini dilakukan Jokowi bukan sekadar janji, tapi telah memberi bukti bagi daerah. Seperti di era Jokowi, dibangun bandara, jalan tol, kereta api, hingga Bendungan Sungai Kusan di Kusun Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu  menelan dana Rp 1,8 triliun akan dibangun pada 2020 nanti.

“Oleh sebab itu, sepatutnya masyarakat memberi kesempatan kepada Pak Jokowi untuk memimpin negeri ini satu kali lagi, sehingga bisa menyempurnakan apa yang menjadi program di Kalsel. Lebih sempurna lagi, jika Kalsel ikut memenangkan Jokowi-KH Maruf Amin dalam Pilpres 2019 ini,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS