Tahun Ini, PUPR Banjar Target Bongkar 300 Jamban Apung di Sungai Martapura

JAMBAN apung yang berada di empat kecamatan di Kabupaten Banjar terus dibebaskan. Hingga tahun 2018, tercatat sudah 564 jamban apung yang telah dibongkar di sepanjang perairan Sungai Martapura di Kabupaten Banjar.

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, Mokhamad Hilman mengungkapkan untuk tahun 2019, ditargetkan ada 300 jamban apung yang akan dibebaskan.

Hal ini dikatakan Mokhamad Hilman usai kick-of pembongkaran jamban apung yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman bersama Forkompimda Banjar di Martapura, Jumat (15/3/2019).

“Sejak pertama diprogramkan penghapusan jamban apung tahun 2016, sudah 564 jamban berhasil dibebaskan. Tahun 2019, kami targetkan 300 jamban dibongkar dan sisa 250 unit di tahun 2020,” ucap Hilman.

BACA : Maimunah Tak Lagi Buang Hajat ke Sungai, Jamban Apung di Sungai Martapura Dibebaskan

Jebolan magister teknik ITS Surabaya ini mengatakan ada empat kecamatan dan 154 desa yang berada di bantaran Sungai Martapura. Sebagian besar warga setempat memiliki jamban apung.

“Sebelum jamban apung dibongkar, terlebih dulu kami bangunkan WC pribadi atau komunal, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga untuk keperluan sanitasinya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Gandeng FT Palangka Raya, Pemkab Banjar Perkenalkan WC Apung

Untuk mendukung program pembebasan jamban apung ini, Hilman menyebut melalui dana APBD Banjar telah dibangun septic tank individual sebanyak 392 unit. Sedangkan, kucuran dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat telah didirikan sebanyak 893 unit .

“Sisanya, bilik WC sebanyak 31 unit yang dibangun Dinas PUPR Kalsel. Untuk pembangunan bilik WC ini terbanyak berasal dari sharing dana desa,” pungkasnya.(jejakrekam)