Jelang Pileg dan Pilpres, Polres Barito Utara Gelar Simulasi Sispamkota

JELANG Pemilu 2019 dengan dua agenda besar pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres), antisipasi jika terjadi rusuh dan lainnya dilakukan jajaran Polres Barito Utara. Simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) di halaman Kantor Pemkab Barito Utara, Muara Teweh, Jumat (15/3/2019).

DALAM simulasi itu diperankan bagaimana cara kepolisian dalam menghadapi sekelompok masyarakat yang datang memprotes hasil pemilihan. Mereka menggelar demo hingga berbuah aksi anarkis. Para pendemo merusak fasilitas umum, seperti pasar dan bank. Berkat kesigapan petugas, para pelaku berhasil ditangkap dan digelandang menggunakan mobil patroli kepolisian.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah mengatakan rangkaian simulasi yang dilakukan aparat kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi saat gelaran pemilu.

BACA :  Jelang Pemilu 2019, Polres Barut Jalankan Dua Program  

“Tentunya, masyarakat Barito Utara tak menginginkan hal itu terjadi. Namun, antisipasi sejak dini patut dilakukan, ketika ada sebagian masyarakat tidak puas dengan hasil pemilu. Inilah mengapa perlu kesigapan petugas dalam menghadapinya,” ucap Nadalsyah, saat memantau simulasi sistem pengamanan kota yang dilakukan Polres Barito Utara.

Dia mengimbau agar masyarakat yang memiliki hak suara untuk menyaluarkan hak pilih ke tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing. “Kita harus menyukseskan Pemilu 2019 pada 17 April nanti,” ucap Koyem, sapaan akrabnya.

BACA JUGA : Polda Kalsel dan Kodam VI/Mulawarman Siap Kawal Distribusi Logistik Pemilu

Hal senada juga diutarakan Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar. Dia mengatakan dalam menghadapi situasi kamtibmas khususnya saat pesta demokrasi, langkah pertama adalah menjaga keamanan dan ketertiban. Kemudian, memberikan rasa aman kepada warga untuk melaksanakan hak pilihnya.

Menurut Dostan, saat pesta demokrasi nanti, pihaknya akan mendapat tambahan satu SSK dari Polda Kalteng ditempatkan di Polres Barito Utara.

“Bantuan pasukan ini nantinya akan membantu bila ada sesuatu terjadi. Mengenai tingkat kerawanan, kami sudah petakan wilayahnya. Namun, semua sudah diantisipasi,” tegasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Syarbani
Editor Didi GS