Awal April, DPTH Kalsel Pastikan Sawah Eks HPS Jejangkit Digarap Lagi

GAUNG Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 begitu bergema. Dana jor-joran disalurkan untuk membuka 4.000 hektare sawah baru di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola) menjadi wilayah pertanian produktif. Bagaimana kini nasib sawah eks HPS 2018 itu?

KEPALA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman memastikan areal persawahan yang telah dibuka dan ditanami bibit padi untuk peringatan HPS 2018 itu tetap jadi perhatian penuh Pemprov Kalsel.

“Jelas, lahan di Desa Jejangkit Muara itu dinomorsatukan. Sebab, kami telah bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk mengelola kawasan itu selama tiga tahun ke depan,” ucap Syamsir Rahman kepada wartawan usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (13/3/2019).

Menurut dia, kawasan Jejangkit masuk dalam Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi), kerjasama antara Pemprov Kalsel dengan Kementerian Pertanian.

BACA :  Padi di Lahan HPS Gagal Panen, Dinas TPH Kalsel Sebut Benih Itu Baru Ditanam

Syamsir pun menolak adanya anggapan publik usai HPS 2018, lahan persawahan di Jejangkit dibiarkan tanpa dikelola kembali. Dia juga menepis adanya kemunduran akibat adanya ratusan hektare sawah di Desa Jejangkit Muara mengalami gagal panen, akibat tak dirawat dengan baik.

“Tetap kita jaga semangat awal. Tidak ada kemunduran, yang terjadi hanya adanya genangan air yang sangat dalam di wilayah itu. Makanya, kita tengah menata kelompok tani yang menggarap areal persawahan di Jejangkit, termasuk menata kembali sistem tata air mikro untuk pertanian,” ujarnya.

Awal April 2019 dipastikan Syamsir sudah dilakukan lagi tanam bibit padi di areal persawahan HPST di Desa Jejangkit Muara. Menurut dia, dari awal sudah disiapkan 50 kelompok tani yang akan menggarap persawahan di Desa Jejangkit Muara, termasuk menurunkan 21 alat berat dan kecil yang dijaga ketat Satpol PP dan kelompok tani sendiri.

“Bantuan pemerintah pusat jelang peringatan HPS untuk penggarapan sawah berupa 62 alat berat dan ringan. Namun, tidak semuanya diarahkan ke Desa Jejangkit, karena disebar ke areal pertanian yang ada di 13 kabupaten dan kota di Kalsel,” papar Syamsir.

BACA JUGA : Sawah HPS Jejangkit Diserang Tikus, Senjata Penyemprot Rakitan Diturunkan

Melalui program Serasi, Syamsir hakkul yakin target swasembada pangan yang diinginkan pemerintah pusat bisa tercapai. Terlebih lagi, pada pekan depan semua alat berat akan diterjunkan lagi untuk menggarap areal persawahan di Ray 4,5 dan 6 Desa Jejangkit Muara.

“Bagaimana pun, Kalsel termasuk dalam provinsi yang mengembangkan program Serasi,. Apalagi, Kalsel dapat jatah luas sawah baru 250 ribu hektare, lebih luas dibandingkan Sumatera Selatan hanya 150 ribu hektare. Untuk menggarap persawahan itu, kami siapkan 150 ribu orang calon petani,” tutur Syamsir.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Danu Ismadi Saderi meminta agar areal sawah baru yang telah dibuka dan ditanami bibit padi di Desa Jejangkit Muara, harus tetap diperhatikan.

“Makanya, kami juga mendorong agar ada formula tepat untuk menggarap lahan ribuan hektare di sana. Ya, bisa nanti menggandeng kelompok tani dan pihak perusahaan,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS