Dibandrol Rp 80 Ribu, Penjualan Daging Beku Jaga Kestabilan Harga di Pasaran

DINAS Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendukung adanya program pemasaran daging beku oleh Bulog Divre Kalsel kepada masyarakat Banua.

KEPALA Disdag Kalsel, H Birhasani mengaku adanya produk daging beku bisa menekan sedikit harga dipasaran yang tinggi sehingga membuat masyarakat sulit mendapatkan harga yang terjangkau.

BACA : Cegah Lonjakan Harga, BI Sosialisasikan Daging Beku

“Untuk menjaga adanya kestabilan harga dipasaran dan masyarakat bisa membeli daging untuk keperluan konsumsi, yang mana daging beku hanya dijual dengan harga sekitar Rp 80.000 perkilonya jauh lebih murah dari kisaran harga Rp 120.000 perkilo untuk daging segar, hal ini bisa menjadi pilihan tentunya.” tegas Birhasan di Banjarmasin, Senin (11/3/2019).

Tak hanya itu, Disdag juga mengingatkan kepada Bulog Kalsel agar dalam sosialisasi pemasaran daging beku nantinya tidak terlalu membuat situasi pedagang daging yang sudah ada dipasar tradisional menjadi tidak kondusif.

BACA JUGA:  Sinkronisasi Bidang Perdagangan Provinsi dengan Kabupaten dan Kota

“Kami tentunya berharap untuk pemasarannya tidak membuat persaingan penjualan menjadi tidak sehat, kami pun berupaya juga menjaga situasi tetap berjalan kondusif dipasar, sehingga bisnis  ini bisa berjalan untuk kestabilan harga,” tambahnya.

Dengan adanya kebijakan dari Bulog, pihaknya juga mengajak kepada para pedagang pasar tradisional agar bisa menyikapi dan menerima dengan baik program ini.

“Para pedagang pasar tradisional juga pernah kami himbau untuk tidak terlalu mahal dalam mematok  harga daging segar, karena daya beli masyarakat semakin rendah dan bisa berakibat terjadinya inflasi atau tidak stabilnya harga,” jelasnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza