Potong Astakona, Ekspo BSF 2019 Resmi Dibuka Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

SELAMA lima hari gelaran Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2019 dibuka resmi Walikota Ibnu Sina bersama Ketua Dekranasda Banjarmasin, Siti Wasilah didampingi Wakil Walikota Hermansyah bersama istri dengan secara simbolis dengan pemotongan nasi astakona dan pita di panggung utama kawasan Menara Pandang Siring Tendean, Rabu (6/3/2019) sore.

EVEN tahunan kali ketiga yang digelar Pemkot Banjarmasin ini juga dirangkai dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) Dekranasda Banjarmasin ke-39. BSF 2019 tak hanya diramaikan peserta dari 13 kabupaten dan kota se-Kalsel, juga dari luar Kalsel seperti dari Banten, Lampung, Mojokerto, Banyuwangi dan Malang.

“Kehadiran peserta yang turut meramaikan BSF 2019 dari luar Kalsel patut diapresiasi. Agenda ini membuka prospek bagi kain sasirangan untuk go nasional dan internasional,” ucap Walikota Ibnu Sina, usai membuka BSF 2019 secara resmi.

Berbeda dengan BSF sebelumnya, Ibnu Sina pun menargetkan acara untuk mengangkat marwah kain sasirangan masuk dalam kalender wisata tahunan nasional. Apalagi, BSF kali ini juga diperluas dalam bentuk warna-warni kain nusantara, bukan terfokus kain sasirangan saja.

“Tahun depan, kita berharap BSF lebih meriah lagi hingga lebih banyak diikuti beberapa kota dan kabupaten di Indonesia. Apalagi, kain sasirangan sudah dikenal secara nasional maupun internasional,” papar Ibnu Sina.

BACA :  Kain 500 Meter Dipajang, BSF 2019 Angkat Marwah Sasirangan

Sebagai pembeda dengan even serupa tahun lalu, mantan anggota DPRD Kalsel asal PKS ini mengatakan pembukaan BSF pun diselenggarakan di atas panggung tongkang yang merupakan pertama kali di Indonesia.

“Rasanya belum ada yang menggelar kegiatan di atas tongkang. Apalagi, sudah tiga kali berturut-turut digelar BSF, semoga bisa menjadi agenda nasional. Selama ini, agenda yang masuk kalender wisata nasional hanya Festival Pasar Terapung dan Festival Bamboo Rafting Loksado,” cetus Ibnu Sina.

Ia menegaskan tahun depan kegiatan BSF sudah bisa dilaunching di Kementerian Pariwisata agar masuk kalender wisata nasional. Sebagai bentuk keseriusan, Ibnu Sina menyebut BSF sudah didaftarkan secara resmi ke Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Siti Wasilah mengaku bersyukur dalam rangka ekspo BSF justru mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak baik dalam Kalsel maupun luar provinsi ini.

“Saya berterimakasih secara khusus, karena seluruh kabupaten/kota di Kalsel turut berpartisipasi memeriahkan BSF 2019,” kata Wasilah.

BACA JUGA :  Dihadiri Desainer Nasional dan Cakra Khan, BSF 2019 Dijamin Lebih Meriah

Dia menginginkan semua pengrajin sasirangan mendapat stan khusus di depan panggung dengan total 68 stan. Meski sistem pengisiannya secara bergantian. “Tetapi kami ingin dalam rangkaian HUT Dekranasda ke-39 ini, para pengrajin sasirangan mendapat tempat khusus,” ujarnya.

Wasilah mengatakan, pada Kamis (7/3/2019) nanti digelar forum diskusi sasirangan yang melibatkan banyak komponen masyarakat. Termasuk, budayawan, ahli ekonomi dan narasumber dari luar yang akan membahas bagaimana memberikan nilai tambah terhadap sasirangan yang dibahas dari sudut digital marketing, branding, bahkan packaging.

“Kita juga mengundang desainer APPMI untuk memberikan masukkan kepada pengrajin, bagaimana desain yang bisa cocok dengan pasar,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS