Aruna Goyang Lidah Amsterdam

“SAYA menjadi sangat lapar dan ingin pergi ke Indonesia,” demikian tutur beberapa orang selepas menonton film Aruna dan Lidahnya karya sutradara Edwin yang membuka Festival Film CinemAsia di Kriterion Amsterdam, Belanda, Selasa (5/3/2019).

FILM yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, dan lainnya ini menonjolkan kekayaan kuliner dan rempah-rempah Indonesia, berhasil memukau dan menghanyutkan hampir 300 penonton yang  memadati ruang theater.

Pembukaan secara resmi CinemAsia dilakukan Maggie Lee, Artistic Director dan Hui Hui Pan, Managing Director dari CinemAsia. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Duta Besar RI, I Gusti Agung Wesaka Puja.

BACA :  Aruh Film Kalimantan: Dirikan Layar Tancap, Intimkan Film dengan Masyarakat

Dalam sambutannya, Duta Besar menyatakan melalui film Aruna dan Lidahnya, para penonton dapat melihat dan merasakan kenikmatan cita rasa kuliner Indonesia.

“Cita rasa yang tercipta dari campuran berbagai rempah yang digunakan untuk menggelitik lidah kita. Film ini sangat sejalan dengan upaya KBRI Den Haag untuk mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara dan rempah-rempah Indonesia di Belanda melalui tema spice road,” ucap I Gusti Agung Wesaka Puja.

“Terpilihnya film Aruna dan Lidahnya sebagai pembuka pada CinemAsia membuktikan bahwa film Indonesia memiliki kualitas kelas dunia dan dapat dinikmati para pencinta film manca negara,” sambungnya.

BACA JUGA :  Jalan di Tempat, Perkembangan Perfilman Banua Belum Diperhatikan Pemda

Melihat antusiasme pengunjung hari ini, Dubes RI untuk Belanda ini optimistis film-film Indonesia yang berkompetisi dalam festival kali ini akan mendapatkan capaian yang maksimal.

Tiga film Indonesia lainnya yang juga berpartisipasi pada festival tersebut adalah Run to the Beach karya Riri Riza. Kemudian, Cek Toko Sebelah garapan Ernest Prakasa, dan Ave Maryam dibidani Ertanto Robby.

Selain ketiga film panjang tersebut, film seri horror Folklore: A Mother’s Love karya Joko Anwar akan ditayangkan bersama Folklore: Nobody karya Eric Khoo (Singapura).

BACA LAGI :  Film Love Reborn, Film yang Diproduseri Johansyah Jumberan asal Nagara HSS

Suasana Indonesia terasa kental dalam pembukaan festival kali ini. Ini terlihat penonton menikmati penampilan tarian Bajidor Kahot yang dibawakan oleh kelompok Ina Dance. Termasuk, suguhan berbagai aneka makanan kecil dengan cita rasa Indonesia. Video promosi Wonderful Indonesia di awal screening  semakin memperkuat impresi para penonton akan kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Festival Film CinemAsia edisi ke-12  diselenggarakan di Kriterion Theater Amsterdam, Belanda akan berlangsung pada 5-10 Maret 2019. Festival film diikuti oleh 15 negara antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, China, Thailand, dan Singapura. Festival juga melibatkan para juri, sutradara dan penggiat film dari 10 negara.

BACA LAGI :  Puluhan Peserta Ikuti Casting Hari Pertama Film Koboy Kampus

Festival diharapkan dapat lebih memperkenalkan film-film Indonesia ke level Internasional. Utamanya, membangkitkan semangat para sineas muda Indonesia untuk menghasilkan karya karya film terbaik, berkualitas dan dapat dinikmati oleh pecinta film dunia.(jejakrekam)

 

Penulis Rilis/Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi