Dari Kajian Inkindo, Kota di Kalimantan Layak Ibukota Negara Gantikan Jakarta

WACANA pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke salah satu kota di Pulau Kalimantan mengemuka dalam Forum Kerjasama Lintas Inkindo Kalimantan (KLIK) di Rumah Anno 1925, Jalan Piere Tendean, Banjarmasin, Jumat (22/2/2019). Walikota Banjarmasi Ibnu Sina pun didorong agar turut ambil bagian dari merealisasikan wacana tersebut.

POTENSI untuk mengubah wajah Kalimantan menjadi sentra nasional, bisa terwujud jika wacana pemindahan ibukota negara yang sudah lama bergulir sejak era Presiden pertama, Soekarno hingga mencuat kembali di masa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus ditangkap.

Harapan agar para konsultan yang ada di Kalimantan menjadi tuan rumah dalam mendesain perencanaan tata kota, berkelindan dengan wacana nasional itu. Isu itu akan digarap DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jawa Barat dan Yogyakarta dalam seminar nasional usai perhelatan Pilpres 2019 nanti.

BACA :  Pakar Geografi UGM Rekomendasikan Kalsel Sebagai Ibukota Negara

Apalagi, saat ini, ada tiga kota yang tengah dibidik sebagai calon ibukota negara menggantikan Jakarta. Yakni, Palangka Raya dan sekitarnya di Provinsi Kalimantan Tengah, Batulicin dan sekitarnya di Provinsi Kalimantan Selatan serta Panajam dan sekitarnya di Provinsi Kalimantan Timur.

“Ini merupakan cita-cita kami agar Kalimantan menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Dengan pindahnya ibukota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan, tentu akan menggiatkan pembangunan kota-kota yang ada di pulau ini,” kata Ketua DPP Inkindo Kalimantan Utara, Slamet Widodo.

Ia mengatakan agar wacana itu makin menguat dan bisa direalisasikan, dibutuhkan komitmen kuat dari seluruh kepala daerah yang ada di Pulau Kalimantan. Menurut Slamet Widodo, tidak bisa sepihak dari calon ibukota saja yang ngotot, namun perlu dukungan dari gubernur, walikota dan bupati yang ada di Pulau Kalimantan.

“Pentingnya, seluruhnya kepala daerah di Kalimantan membuat pernyataan bahwa Kalimantan layak menjadi ibukota negara,” tegas Slamet Widodo.

BACA JUGA :  Menakar Tanah Bumbu Bila Menjadi Ibukota Negara

Dari segi historis, Slamet Widodo pun menyebut Banjarmasin sebagai kota tertua di Kalimantan sangat layak masuk nominator calon ibukota menggantikan Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional.

“Sampai sekarang, orang Kalimantan menganggap bahwa Banjarmasin adalah kota tertua di pulau ini. Semoga rencana pemindahan ibukota bisa terealisasi, tentunya dengan dukungan penuh seluruh elemen yang ada di Kalimantan,” cetusnya.

Senada Slamet, Ketua DPP Inkindo Kalimantan Tengah Suparman mengungkapkan bahwa orang Banjar justru menjadi pemukiman atau penduduk yang hampir merata di seluruh wilayah yang ada di Kalimantan. “Kira-kira tidak salah jika Banjarmasin dijadikan ibukota,” ucapnya.

BACA LAGI :  Banyak Pertimbangan Ibukota Dipindah ke Kalimantan

Wacana memilih Banjarmasin atau kota-kota lain di Kalimantan jadi calon ibukota negara juga disuarakan Ketua DPP Inkindo Jawa barat, Andrian Tejakusuma. Dia menganalogikan wacana pemindahan ibukota negara ini layaknya menjual barang, agar bisa laku.

“Selama ini, ketika ibukota tetap berada di Jakarta berdampak pada kerugian apa saja. Jakarta merupakan termasuk kota termacet di dunia. Bahkan, ada sebagian lahannya ambles. Jadi, Jakarta sudah tidak layak lagi dijadikan ibukota,” cetusnya.

Dengan posisi Pulau Kalimantan yang berada di bagian tengah kepulauan nusantara, Andrian menyarankan agar kajian pengganti ibukota negara sudah sepatutnya dipertajam lagi. Menurut dia, ibukota sepatutnya berada di bagian tengah, makanya nanti seminar nasional akan dilakukan di lular Kalimantan. Misalkan, di Yogyakarta atau Bandung, Jawa Barat.

“Yang berkeinginan tentunya tak perlu mengadakan di Kalimantan. Tentunya, yang menggelar di luar dari Kalimantan agar bisa mempresentasikan kajian mengenai wacana pemindahan ibukota negara itu,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi G Sanusi