Ibnu: PDAM Bandarmasih Harus Evaluasi Jaringan Pipanya

TAHUN ini, PDAM Bandarmasih memasuki usianya yang ke-46. “Selamat kepada PDAM Bandarmasih. Jika diibaratkan, ukuran kematangan seorang manusia, dinilainya sudah lebih dari matang. Sebab, semangat 45-nya sudah lewat,” kata Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

IBNU berharap PDAM Bandarmasih bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Meski bertepatan diusia 46 tahun, mendapat ujian dengan kebocoran pipa berdiameter 1.200 mm di Jalan Gubernur Syarkawi hingga menyebabkan pelanggannya selama tiga hari tidak mendapat pasoka air. “Kami mengucapkan permohonan maaf terhadap musibah yang tidak bisa diprediksi ini,” katanya.

Tetapi, katanya, pada saat krisis, jajaran PDAM Bandarmasih dalam tiga hari bisa menyelesaikannya, sehingga air bisa kembali mengalir. Ia mengakui, sudah membaca keluhan masyarakat di media sosial. “Tentunya mewakili aspirasi dari masyarakat. Saya meminta PDAM Bandarmasih bekerja keras untuk menyelesaikan itu,” katanya.

Malah, menurutnya Dirut PDAM Bandarmasih Yudha Achmadi dalam keadaan sakit juga paksa untuk memberikan pernyataan tentang kesiapan menyelesaikan serta memberikan jaminan garansi tiga hari bisa mengalir kembali.

“Disitulah terlihatnya sistem berjalan atau tidak, ketika terjadi situasi genting. Saya kira sistem berjalan dengan baik,” ujarnya.

BACA : PDAM Bandarmasin Harus Bentuk Tim Investigasi Cari Tahu Penyebab Pipa Jebol

Akan tetapi, tegasnya, PDAM Bandarmasih perlu mengevaluasi kembali. Misalnya, dilakukan pengecekan perpipaan, jaringan, maupun bagian yang ada sumbatan, dengan melakukan kerjasama dengan PD PAL untuk membersihkan. Termasuk keluhan beberapa masyarakat, terkait titik air yang sampai, tetapi masih keruh.

“Setelah diplashing biasanya langsung bersih, karena tertahan di pipa, sehingga perlu dibersihkan. Mekanisme itu akan ada di PDAM, berupa pengaduan berbasis online baik via telepon,” katanya.

Di hari ketiga, Ibnu Sina mengaku sudah menginstruksikan PDAM Bandarmasih dalam menggratiskan layanan tangki kepada masyarakat. Mengingat sudah sangat kritis dalam mendapatkan air bersih.

Bagi Ibnu, di usia 46 tahun dalam sebuah perusahaan, jika tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan. Apalagi sudah berada di era industri 4.0 yang mengharuskan kecepatan, ketepatan dan inovasi jika tidak diikuti, maka dinilainya akan mengalami distruption. “Distruption ini hilang, tidak bisa bertahan. Buktinya, PDAM Bandarmasih masih bisa bertahan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Ibnu Sina belum bisa menduga kebocoran pipa di Jalan Gubernur Syarkawi. Meski ada banyak analisa, tetapi secara di internal meminta ke Dirut PDAM Bandarmasih untuk menyelidiki penyebabnya.

“Memang secara kajian ilmiah bisa dipertanggungjawabkan. Kalau selama ini kita menduga-duga, kalau ada lalulintas truk, tekanan, kemudian di standar di Jalan itu pipanya seperti apa? ada penahan atau langsung dimasukkan saja?” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Andi Oktaviani