Wakil Rakyat Usulkan Perda Penetapan Harga Gas Elpiji di Tingkat Pengecer

KOMISI II DPRD Kalsel dalam waktu dekat, akan membahas permasalah stok gas elpiji 3 kilogram yang kerap langka, sebagai upaya pengendalian harga di tingkat pengecer, yang hingga kini nyaris tak terkendali karena rata-rata harganya di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per tabung.

SELAIN membahas distribusi, juga akan mengusulkan peraturan daerah (perda) untuk penetapan harga di pengecer. “Kami akan usulkan, apakah peraturan gubernur (pergub) atau perda, yang bisa dipasang dengan stiker di tempat pengecer,” ujar Ketua Komisi lI DPRD Kalsel Suwardi Sarlan, Selasa (19/2/2019).

Pihaknya akan mengundang Dinas Perdagangan dan Perisdustrian, serta PT Pertamina.

BACA : KNPI Kalsel : Ada Mafia di Distribusi LPG dan BBM

Terkait harga yang tak sesuai ketentuan, sebut Suwardi, dimungkinkan adanya pasokan dan permintaan yang tak seimbang, sehingga harga jadi ditingkat pengecer jadi tak terkendali.

Terlebih, yang menggunakan gas 3 kilogram kebanyakan bukan masyarakat miskin, melainkan orang mampu, sehingga kerap timbul gejolak, seperti kelangkaan barang maupun harga yang meroket.

Ia menegaskan, jika kuota dari pertamina tidak ada pengurangan, namun faktanya kerap terjadi kelangkaan, sehingga menyulitkan masyarakat kecil. “Untuk distribusi, kami akan minta pada PT Pertamina agar menggunakan sistem by name by address, dan tidak bisa dengan cara los,” kata dia.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Andi Oktaviani